SSUS - PERJUANGAN YANG BERTERUSAN

SSUS - PERJUANGAN YANG BERTERUSAN
Satu Bahasa Satu Bangsa Satu Negara

Friday, September 15, 2017

Pengajaran Sirri Dari Allah swt Kepada Nabi Musa a.s. Melalui Nabi Khidir a.s.

Berapa kuat pun aku,
Tak upaya aku ubah satu hari pun yang sudah berlalu,
Tak dapat tahan satu hari pun yang sedang berlalu,
Jahat atau baik.
Namun ….. Dengan penuh kasih,
Allah jadikan untuk ku Subuh dan hari yang baru,
Untuk aku tidak mengulangi kejahatan ku,
Untuk aku memperelokkan kebaikan2 yang ada,
Buat persiapan ku saat kembali kepadaNya.

-------------

Hadis Sunan At-Termizi Jilid 4. Hadis Nombor 4258.

Maksudnya : "Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, Sufyan memberitahukan kepada kami dari Amr bin Dinar dari Said bin Jubair, ia berkata : Saya berkata kepada ibnu Abbas : Sesungguhnya Nauf AI Bikali mengatakan bahawa Musa Nabinya Bani Israil itu bukan Musa yang menemani Nabi Khidir".
Ibnu Abbas berkata :"Bohong musuh Allah. Saya mendengar Ubayyi bin Kaab berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda : Musa berkhutbah pada Bani Israil, beliau ditanya : Siapakah di antara manusia yang paling pandai ? Maka Allah mencelanya, kerana beliau tidak mengembalikan kepandaian itu kepada Allah dan Allah memberi wahyu kepada Musa, bahawa salah satu hamba ku dipertemukan dua lautan, dia lebih pandai dari kamu. Musa berkata :"Ya Tuhan, bagaimana saya boleh menjumpainya ? Tuhan berfirman kepadanya :"Bawalah ikan dikantung, dan apabila ikan itu hilang, dia (Nabi Khidir) ada disitu.
Dan berangkatlah Nabi Musa bersama temannya iaitu Yusa' bin Nun, Musa menaruh ikannya di kantung, berangkatlah dia dan temannya dengan jalan kaki, sehingga mereka sampai di batu besar. Musa dan temannya tertidur. Ikan melompat-lompat dari kantung dan keluar kemudian jatuh di laut.
Rasulullah bersabda :"Kemudian Allah menahan mengalirnya air, seakan-akan air seperti lingkaran dinding yang ikan tadi dapat minum (dan lari). Musa dan temannya merasa hairan dan mereka meneruskan perjalanannya untuk siang hari dan malam seterusnya. Teman Musa lupa untuk memberitahukan kepadanya. Maka ketika pagi hari Musa berkata kepada temannya : Bawalah kemari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih kerana perjalanan ini.
Rasulullah bersabda :Musa tidak merasa letih sampai dia melalui tempat yang diperintahkannya. Temannya berkata : Tahukah Tuan ketika kita mencari tempat berlindung (berehat) di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak ada yang melupakan untuk menceritakannya kecuali syaitan. Ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.
Musa berkata : Itulah tempat yang kita cari. Lalu keduanya kembali mengikuti jejak mereka semula.
Rasulullah bersabda :Keduanya mencari lagi jejaknya.
Sufyan berkata :Orang-orang mengatakan bahawa disamping batu besar itu ada sumber air yang boleh menghidupkan. Orang mati yang terkena airnya boleh hidup kembali. Sufyan meneruskan berkata : Ikan itu sudah dimakannya (sebahagian) dan ketika ikan itu kena titisan air, ikan itu hidup lagi kembali. Dan keduanya mencari jejak, sehingga keduanya sampai dibatu.
Musa melihat seorang lelaki berselimut pakaian. Musa mengucapkan salam kepadanya.
Nabi Khidir berkata :Bagaimana bumi keselamatan mu. (iaitu Siapa dan dari mana kamu).
Saya Musa.
Nabi Khidir berkata :Musa Bani Israil ?
Musa menjawab :Ya.
Nabi Khidir berkata : Hai Musa! Sesungguhnya kamu pada ilmu, dari ilmu Allah yang telah diberikan kepada mu. Saya tidak mengetahuinya. Saya pada ilmu dari ilmu Allah yang telah diberikan kepada saya. Engkau tidak mengetahuinya.
Musa berkata kepada Khidir : Bolehkah aku mengikuti mu supaya kamu mengajarkan kepada ku ilmu yang benar, di antara ilmu-ilmu yang diajarkan kepada mu?
Dia menjawab :Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama ku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?
Musa berkata: Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menentang mu dalam sesuatu urusanpun.
Khidir berkata pada Musa : Jika kamu mengikuti ku, maka janganlah kamu menanyakan kepada ku tentang suatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepada mu.
Musa menjawab :Ya.
Maka berangkatlah Khidir dan Musa berjalan kaki pada tepi laut. Lalu padanya perahu. Penumpang2 perahu berkata padanya untuk mengangkut keduanya. Mereka mengenali bahawa dia adalah Khidir. Maka mereka mengangkutnya dengan tanpa bayar. Maka Khidir menuju pada papan perahu dan melubanginya.
Nabi Musa berkata kepadanya: Mereka telah mengangkut kita dengan tanpa bayar dan kamu melubangi perahunya yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan yang besar.
Khidir berkata : Bukankah aku telah katakan: Sesungguhnya kamu sekali2 tidak akan sabar bersama dengan aku.
Musa berkata: Janganlah kamu menghukum aku kerana kelupaan ku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusan ku.
Kemudian keduanya turun dari perahu. Ketika mereka berjalan di tepi laut, ada anak kecil bermain2 dengan anak2 kecil lainnya. Khidhir memegang kepalanya, menariknya dan membunuhnya.
Musa berkata kepadanya: Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih? Bukan kerana ia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar.
Khidhir berkata: Bukankah sudah ku katakan kepada mu, bahawa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersama ku?
Rasulullah bersabda: Kejadian itu lebih besar dari yang pertama. Musa berkata: Jika aku bertanya kepada mu tentang sesuatu sesudah ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertai mu. Sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur pada ku.
Maka keduanya berjalan. Hingga tatkala keduanya sampai pada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mahu menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh. Rawi berkata: Miring.
Khidhir memberi isyarat dengan tangannya, begini, maka Khidhir menegakkan dinding itu.
Musa berkata kepada Khidhir: Kita datang pada penduduk. Mereka tidak mahu menjamu, tidak mahu memberi makan kita. Jikalau kamu mahu, nescaya kamu mengambil upah untuk itu.
Khidhir berkata: Inilah perpisahan antara aku dengan kamu. Aku akan memberitahukan kepada mu tujuan perbuatan2 yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
Rasulullah SAW. bersabda: Semoga Allah memberi belas kasih kepada Musa. Kita akan senang kalau dia sabar sampai dia menceritakan kepada kita dari khabar keduanya.
Ubayyi' berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Kejadian pertama adalah dari Musa kerana ia lupa.
Ubayyi berkata: Datanglah burung pipit pada hujung perahu, kemudian mematuk air laut.
Khidhir berkata kepada Musa: Tidak akan mengurangi ilmu ku dan ilmu mu dari ilmu Allah, kecuali seperti berkurangnya burung pipit itu mematuk air laut.
Said binJubair berkata : Ibnu Abbas dia membaca: Kerana dihadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap perahu yang baik.
Dan Ibnu Abbas membaca: Dan adapun anak muda itu, dia adalah anak kafir. Hadis ini hasan sahih, Abu Ishaq Al Hamdani telah meriwayatkan hadis ini dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Ubayyi bin Ka'ab dari Nabi SAW. Zuhri juga telah meriwayatkan hadis ini dari Ubaidillah bin Abdillah bin Uthbah dari Ibnu Abbas dari Ubayyi-bin Ka'ab dari Nabi SAW. Abu Muzahim As Samarqandi berkata .. Berkata Ali bin Al Madini: Saya pergi haji, tidak sengaja, saya mendengar Sufyan menyebut hadis ini, iaitu lafaz haddasana, ahbarona sampai saya mendengar: Telah menceritakan kepada kami Amr bin Dinar. Dan saya telah mendengar hadis ini dari Sufyan sebelum itu dan dia tidak menyebut : Haddasana, ahbarana".

------------

Abu Hurairah reported: The Messenger of Allah s.a.w. said:

Allah Almighty said: Whosoever shows enmity to someone devoted to Me, I shall be at war with him. My servant draws not near to Me with anything more loved by Me than the religious duties I have enjoined upon him; and My servant continues to draw near to Me with supererogatory works so that I shall love him. When I love him I am his hearing with which he hears, his seeing with which he sees, his hand with which he he strikes and his foot with which he walks. Were he to ask [something] of Me, I would surely give it to him; and were he to ask Me for refuge, I would surely grant him it. I do not hesitate about anything as much as I hesitate about seizing the soul of My faithful servant; he hates death and I hate hurting him.

[Sahih Bukhari, Book 76, No 509]

Allah swt berfirman:
Sesiapa memusuhi awliya Ku, Aku perangi dia. Tidak hamba Ku mendekati Ku dengan sesuatu yang lebih ku sukai melainkan dengan mentaati perintah2 Ku yang Ku fardhukan kepadanya, dan dia pula terus menerus mendekati Ku dengan yang sunat2 semata2 untuk Kasih Redho Ku. Bila Aku mengasihi dia, Akulah pendengaran yang dengannya dia mendengar, Akulah pandangan yang dengannya dia memandang, Akulah tangannya yang dengannya dia memukul, Akulah kakinya yang dengannya dia berjalan. Bila dia meminta, Akulah pemberinya; bila dia berlindung, Akulah pelindungnya. Aku tidak tertahan2 sebagaimana Aku seolah2 tertahan2 dari mengambil rohnya: dia benci mati dan Aku benci menyakitinya.

Wednesday, August 30, 2017

The Ways Of Dajjal (1)


Narrated 'Aisha: (the wife of the Prophet) Allah's Apostle used to invoke Allah in the prayer saying "Allahumma inni a'udhu bika min adhabil-qabri, wa a'udhu bika min fitnatil-masihid-dajjal, wa a'udhu bika min fitnatil-mahya wa fitnatil-mamati. Allahumma inni a'udhu bika minal-ma thami wal-maghrami. (O Allah, I seek refuge with You from the punishment of the grave and from the afflictions of Masi,h Ad-Dajjal and from the afflictions of life and death. O Allah, I seek refuge with You from the sins and from being in debt)." Somebody said to him, "Why do you so frequently seek refuge with Allah from being in debt?" The Prophet replied, "A person in debt tells lies whenever he speaks, and breaks promises whenever he makes (them)." 'Aisha also narrated: I heard Allah's Apostle in his prayer seeking refuge with Allah from the afflictions of Ad-dajjal.
(Al Bukhari; Book #12, Hadith #795)
(i.e. The ways of Dajjal induces men to be in debt – so as to be wide-opened to his attack - for life)

Narrated Ibn 'Umar: Umar and a group of the companions of the Prophet set out with the Prophet to (visit) Ibn Saiyad. He found him playing with some boys near the hillocks of Bani Maghala. Ibn Saiyad at that time was nearing his puberty. He did not notice (the Prophet's presence) till the Prophet stroked him on the back with his hand and said, "Ibn Saiyad! Do you testify that I am Allah's Apostle?"
Ibn Saiyad looked at him and said, "I testify that you are the Apostle of the illiterates." (i.e. Ibn Sayiyad recognised the Prophet s.a.w.)
Then Ibn Saiyad asked the Prophet. "Do you testify that I am the apostle of Allah?" (i.e. Ibn Saiyad had the minds and heart of Dajjal … his body is that of a human being, but his soul is that of Dajjal.)
The Prophet said to him, "I believe in Allah and His Apostles."
Then the Prophet said (to Ibn Saiyad). "What do you see?" (i.e. Rasulullah saw put him to the test. If Ibn Saiyad sees with Dajjal’s sight, he will respond accordingly)
Ibn Saiyad replied, "True people and false ones visit me." (i.e. Dajjal, sees truth as false, and false as truth - Ibn Saiyad has responded as Dajjal would)
The Prophet said, "Your mind is confused as to this matter." (i.e. Dajjal’s mind projects deceptions to confuse his victim’s minds: to identify truth as falsehood, and falsehood as truth)
The Prophet added, " I have kept something (in my mind) for you." (i.e. to test him further and to confirm his suspicion about Ibn Saiyad’s reality, Rasulullah saw induces Ibn Saiyad to betrey himself by reading Rasulullah’s mind)
Ibn Saiyad said, "It is Ad-Dukh." (i.e. Ad-Dukhan being one of the 10 major signs of The Sa’at)
The Prophet said (to him), "Shame be on you! You cannot cross your limits." (i.e. shame on you for you are being discovered, your is camouflage being seen throuhg. You cannot cross your limit i.e. Your ability to deceive other is limited by Providence. You are bound to be discovered. You are bound to be destroyed.)
On that 'Umar said, "O Allah's Apostle! Allow me to chop his head off."
The Prophet said, "If he should be him (i.e. Ad-Dajjal) then you cannot overpower him, and should he not be him, then you are not going to benefit by killing him (now)."
(Sahih Bukhari; Book #52, Hadith #290d)

Tuesday, August 29, 2017

Cinta Makhluk; Cinta Allah. Cinta Yang Baharu; Cinta Yang Qadim. Cinta Yang Berubah2; Cinta Yang Kekal.

Al-Baqarah. (2:165)
(Walaupun demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu ( Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman (syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat kelak, bahawa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah dan bahawa sesungguhnya Allah Maha berat azab seksaNya, (nescaya mereka tidak melakukan kezaliman itu).

Al-Qasas. (28:85)
Sesungguhnya Allah yang mewajibkan kepadamu (beramal dan menyampaikan) Al-Quran (wahai Muhammad) sudah tentu akan menyampaikan engkau lagi kepada apa yang engkau ingini dan cintai. Katakanlah (kepada kaum yang menentangmu): Tuhanku amat mengetahui akan sesiapa yang membawa hidayat petunjuk dan sesiapa pula yang berada dalam kesesatan yang nyata.

Hadis Sahih Bukhari Jilid 3. # 1551
Dari Anas r.a.: Ada seorang laki-laki menanyakan kepada Nabi s.a.w. mengenai kiamat. Katanya: "Bilakah hari kiamat?"
Beliau bersabda: "Apakah yang telah engkau siapkan untuk hari itu?" Katanya: "Tiada suatu pun selain mencintai Allah dan RasulNya".
Beliau bersabda: "Engkau akan bersama orang yang engkau cintai!"
Kata Anas: Belum pernah kami gembira seperti kegembiraan kami kerana mendengar sabda Nabi s.a.w.: " Engkau akan bersama orang yang engkau cintai!" Kata Anas: "Saya mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan saya mengharapkan kiranya saya bersama mereka kerana mencintai mereka, sekalipun saya belum beramal serupa amal mereka".

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. # 2269
Dari Anas bin Malik r.a. katanya: "Ketika aku dan Rasulullah saw. pada suatu ketika keluar dari masjid, tiba-tiba kami ditemui oleh seorang lelaki di pintu masjid, lalu dia bertanya, "Ya, Rasulullah! Bilakah terjadi hari kiamat?" Jawab Rasulullah saw., "Apakah yang telah engkau persiapkan untuk itu?" Lelaki itu kelihatan seperti menunduk, kemudian dia berkata, "Tidak banyak yang telah ku siapkan; baik itu berupa solat (sunat), puasa, dan sedekah (zakat). Tetapi aku sungguh-sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya." Maka bersabda Nabi saw., "Engkau akan sentiasa bersama-sama kecintaanmu itu kelak."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. # 1901
Dari Anas bin Malik r.a. katanya: Ketika saya dan Nabi saw. keluar dari masjid, seorang laki-laki bertemu dengan kami dekat pintu masjid dan mengatakan: "Ya Rasulullah! Bilakah kiamat itu (akan terjadi)?" Kata Nabi: "Apakah yang telah engkau sediakan untuk menemuinya?" Laki-laki itu kelihatan seolah-olah merendahkan diri dan kemudian dia menjawab: "Ya Rasulullah! Saya tidak menyediakan untuk itu puasa, solat dan sedekah yang cukup, tetapi saya mencintai Allah dan Rasul-Nya." Kata Nabi: " Engkau nanti bersama orang yang engkau cintai itu."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. # 1748
Dari 'Ubadah bin as-Shamit, dari Nabi saw., beliau bersabda: "Siapa yang cinta untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga cinta untuk menemuinya." Siapa yang benci untuk bertemu dengan Allah, maka Allah juga benci untuk bertemu dengannya." Lalu 'Aisyah atau salah seorang isteri Nabi yang lain berkata: "Kami memang benci untuk mati." Nabi berkata: "Bukan begitu! Tetapi seorang yang beriman, kalau kematian telah datang kepadanya, maka ia diberi berita gembira dengan keredhaan dan kemurahan Tuhan. Maka tidak ada yang lebih disenanginya selain dari apa yang di depannya (akan diperolehnya). Kerana itu, ia cinta untuk menemui Allah dan Allah cinta pula untuk bertemu dengannya. Sedangkan orang yang kafir kalau telah didatangi kematian, maka ia diberi berita tentang seksaan dan hukuman Allah. Kerana itu tidak ada yang lebih dibencinya dari apa yang di depannya (akan ditanggungkannya). Ia benci bertemu dengan Allah, dan Allah benci pula bertemu dengannya."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. # 1708
Dari Anas bin Malik r.a, katanya: Nabi saw bersabda: "Orang belum dapat merasakan kemanisan iman, sampai ia dapat mencintai orang lain yang hanya dicintainya kerana Allah saja; sampai ia lebih suka ditempatkan ke dalam api daripada kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya; dan sampai ia mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih daripada yang lainnya."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. # 0016
Dari Anas r.a, dari Nabi saw., katanya: "Ada tiga perkara, barangsiapa melaksanakan ketiga-tiganya, nescaya ia akan mendapatkan kesedapan iman: (1) Orang yang cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi daripada cintanya kepada yang lain dari pada keduanya. (2) Orang yang mencintai orang lain semata-mata cinta. (3) Orang yang benci untuk kembali kepada kafir, setelah Allah melepaskannya daripada (belenggu) kekafiran itu, sama dengan bencinya akan dijatuhkan ke dalam neraka."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. # 0034
Dari Anas r.a., dari Nabi saw., sabdanya: "Ada tiga perkara, bila terdapat dalam diri seseorang maka dia akan merasakan bagaimana manisnya Iman: Mencintai Allah dan Rasul-Nya, melebihi daripada yang lain-lain. Mencintai orang lain kerana Allah semata-mata. Benci menjadi kafir kembali, setelah Allah melepaskannya dari kekafiran itu, sebagaimana bencinya akan dilemparkan ke neraka."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. # 1701
Dari Nukman bin Basyir r.a, katanya: Rasulullah saw bersabda: "Tuan lihat orang-orang yang beriman itu dalam saling kasih-mengasihi, saling cinta-mencintai dan saling tolong-menolong, seperti sebatang tubuh. Kalau ada salah satu anggota yang terkena penyakit, seluruh batang tubuh ikut menderita tidak dapat tidur dan menderita panas."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. # 2216
Dari Nu'man bin Basyir r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda : "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencinta, saling mengasihi dan saling menyayang, bagaikan sebuah tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh merasa sakit, tidak dapat tidur dan terasa demam."

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. # 0011
Dari Anas r.a, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: " Tidak (sempurna) iman seseorang kamu, sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu bapanya, anaknya dan manusia umumnya."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. # 0035
Dari Anas bin Malik r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum sempurna iman seseorang kamu, sebelum ia mencintai ku, melebihi daripada cintanya kepada anaknya, kepada bapanya dan kepada manusia semuanya."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. # 0036
Dari Anas bin Malik r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Belum sempurna iman seseorang, sebelum dia mencintai bagi saudaranya atau bagi tetangganya, apa yang dicintainya untuk dirinya sendiri."

Hadis Sahih Muslim Jilid 2. # 1007
Dari Abu Hurairah r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Hati seorang orang tua tetap muda dalam hal mencintai dua perkara. Iaitu: dalam hal mencintai hidup dan harta benda."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. # 1821
Dari 'Auf bin Malik r.a., dari Rasulullah saw., katanya: "Imam (pemimpin atau pembesar) yang terbaik ialah mereka yang mencintai mu dan kamu mencintai mereka; mereka mendoakan kamu dan kamu mendoakan mereka. Imam yang paling buruk (jahat) ialah yang kamu benci dan mereka membenci mu; kamu mengutuk mereka dan mereka mengutuk mu." Bertanya seseorang, "Ya, Rasulullah! Bolehkah kami menyingkirkannya dengan pedang?" Jawab Rasulullah saw., "Tidak, selama mereka masih solat bersama-sama kamu. Apabila kamu lihat suatu tindakan (kebijaksanaan) yang tidak baik dari pembesar mu, proteslah tindakannya, dan jangan lepas tangan untuk tidak taat (terhadap tindakannya yang baik)."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. # 2198
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. sabdanya: "Seorang lelaki pergi mengunjungi saudaranya yang bermukim di negeri asing (jauh dari tempatnya bermukim). Maka Allah Ta'ala mengirim seorang malaikat untuk menemaninya dalam perjalanan. Setelah malaikat bertemu dengan orang itu, maka bertanya malaikat, "Hendak kemana Tuan?" Jawab orang itu, "Aku hendak mengunjungi saudara ku di negeri Anu." Tanya malaikat, "Apakah Tuan berkunjung ini kerana Tuan berhutang budi kepadanya?" Jawab orang itu, "Tidak!" Aku mencintainya hanya semata-mata kerana Allah Ta'ala." Kata malaikat, "Sesungguhnya aku (malaikat) diutus Allah Ta'ala menemani Tuan, sebab Tuan mencintai saudara Tuan kerana Allah semata-mata."

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. # 2197
Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman pada hari kiamat kelak, "Mana orang-orang yang saling mencinta kerana keagunganKu? Hari ini Ku naungi mereka, di mana tidak ada naungan yang lain selain naunganKu."

Hadis Sahih Muslim Jilid 1. # 0023
Dari Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda kepada bapa saudaranya, "Ucapkanlah La ilaha Illallah, aku menjadi saksi bagi Pakcik nanti di hari kiamat terhadap ucapan Pakcik itu." Jawab Abu Thalib, "Kalaulah orang-orang Quraisy tidak akan menghina ku, sesungguhnya ku ucapkan kalimah itu di hadapanmu, agar tercapai apa yang engkau inginkan." Lalu Allah swt. menurunkan ayat: "Sesungguhnya engkau tidak berkuasa menunjuki orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang berkuasa menunjuki orang yang dikehendaki-Nya." (Al Qasas:56).

Monday, August 28, 2017

Kuasa: Hak Allah. Bukan Hak Makhluk.

Surah Aali'Imran. (3:26).
قُلِ اللَّـهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. # 2463
Dari Tsauban r.a. katanya Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memperlihatkan kepada ku (peta) bumi secara keseluruhan, sehingga aku dapat melihat bumi sebelah Timur dan Barat. Dan sesungguhnya kekuasaan ummat ku akan sampai ke seluruh tempat yang telah diperlihatkan Allah Ta'ala kepada ku. Kepada ku diberikan dua macam perbendaharaan, iaitu merah dan putih. Aku memohon kepada Tuhan untuk membantu ummat ku, agar mereka tidak dibinasakan dengan musim susah yang panjang, dan agar mereka tidak dijajah oleh kekuasaan asing selain oleh mereka sendiri, sehingga kekuasaan mereka menjadi hancur luluh. Tuhan ku berfirman, "Ya, Muhammad! Apabila Aku telah memutuskan suatu putusan, maka putusanKu tidak dapat diubah lagi. Aku memperkenankan doa mu untuk umat mu, bahawa mereka tidak akan binasa dengan musim susah yang panjang. Dan bahawa Aku tidak akan menjajahkan kepada mereka suatu kekuatan musuh selain diri mereka sehingga kekuatan mereka hancur luluh, sekalipun musuh-musuh mereka bersatu mengelilingi, kecuali bila sebahagian mereka membinasakan yang sebahagian dan mereka saling tawan-menawan."


“ …bahawa mereka tidak akan binasa dengan musim susah yang panjang …” Iaitu ummat Islam tidak akan dibinasakan oleh kesusahan yang berpanjangan. Ummat Islam akan binasa bila takut susah.

“…. Aku tidak akan menjajahkan kepada mereka suatu kekuatan musuh …” Iaitu kekuatan musuh tidak akan dapat mengalakan kekuatan Islam …….

“….kecuali bila sebahagian mereka membinasakan yang sebahagian dan mereka saling tawan-menawan….” Iaitu kecuali ada kalangan ummat Islam sendiri yang menyertai barisn musuh menyerang ummat Islam.

“…Aku memohon kepada Tuhan untuk membantu ummat ku,…” Iaitu bantuan Allah swt sentiasa berada di pihak Islam; ditarik balik apabila ada saf2 Islam membelot dan menyertai barisan2 musuh Islam.

(Aali'Imran. Ayat 026) بِيَدِكَ الْخَيْرُإِ
Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. (Iaitu dalam kekuasaan makhluk adanya segala kejahatan)

Ini akhir zaman. Ummat Islam telah menyerahkan kuasa Allah kepada makhluk. Apabila diserahkan kuasa kepada yang tidak mempunyai kuasa / tidak amanah, tunggulah akan kehancurannya.

Hadis Sahih Bukhari Jilid 4. # 1746
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah saw. bersabda: "Kalau amanah tidak lagi dipegang teguh, maka tunggulah saat kehancuran."
Ia bertanya: Bagaimana orang tidak memegang teguh amanah itu, ya Rasulullah?"
Beliau menjawab: "Kalau sesuatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran."

Hak Allah. Hak Pembesar & Rakyat.


Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 1811
Dari 'Abdullah r.a., katanya Rasulullah saw. bersabda:
Sepeninggal ku nanti akan ada pembesar2 negara yang mementingkan diri sendiri dan bertindak dengan tindakan2 / kebijaksanaan yang tidak kamu sukai (mengenai kekayaan negara).
Tanya para sahabat: Bagaimana petunjuk Tuan kepada kami bila kami bersua dengan pembesar-pembesar seperti itu?
Jawab beliau, Penuhi kewajipan mu dan mohonlah hak mu kepada Allah Ta'ala.
---------------------------------------

Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis Nombor 2442
Dari 'Iyadh bin Himar Al Mujasyi'iy r.a. katanya: "Pada suatu hari Rasulullah saw. bersabda dalam khutbah sebagai berikut:
"Ketahuilah! Sesungguhnya Tuhan ku memerintahkan kepada ku supaya mengajarkan kepada kamu sekalian apa2 yang belum kamu ketahui. Iaitu pengajaran yang diajarkan Allah kepada ku hari ini. Firman Allah:
Setiap harta yang Aku (Allah) berikan kepada seseorang hamba adalah halal. Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba2Ku semuanya berada dalam agama yang lurus. Tetapi mereka kemudian didatangi oleh syaitan2 lalu syaitan membelokkan mereka dari agama mereka dan mengharamkan apa2 yang telah Ku halalkan bagi mereka, dan menyuruh mereka supaya mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak diberi kekuasaan apa-apa. Sesungguhnya Allah mengawasi penduduk bumi dengan kemarahan, baik bangsa Arab maupun bangsa Ajam, kecuali sisa2 Ahli Kitab.

Firman Allah Ta'ala:
Sesungguhnya Aku mengutus engkau untuk mengujimu dan menguji orang lain dengan engkau. Aku turunkan kepada mu Kitab yang tidak hilang kena air, yang dapat engkau baca di waktu tidur dan bangun. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada ku supaya membangkitkan kemarahan orang-orang Quraisy.
Jawab ku, "Ya, Tuhan ku! Nanti mereka pecah kepala ku dan mereka tinggalkan seperti (pecahan) roti."

Firman Allah:
Usir mereka seperti mereka mengusirmu. Perangi mereka, nanti Kami bantu kamu memerangi mereka. Keluarkan segala dana, nanti Kami beri dana engkau. Kirim pasukan tentera, nanti Kami kirim pula tentera membantumu lima kali lipat. Perangilah olehmu bersama2 orang yang taat kepada mu, mereka yang durhaka kepada mu.

Firman Allah Ta'ala: Penduduk syurga ada tiga macam:
(1) Penguasa yang adil, pemurah, dan bertindak sesuai dengan hukum.
(2) Orang yang berhati pengasih dan berhati lembut terhadap karib kerabat dan kaum muslimin.
(3) Orang daif yang tidak terkendalikan otaknya, mereka di samping kamu hanyalah ikut-ikutan, mereka tidak mahu berkeluarga dan tidak menghendaki kekayaan.
Penduduk neraka ada lima macam:
(1) Orang daif yang tidak mempergunakan otaknya, mereka hanya menjadi pengikut, tidak berusaha mencari nafkah untuk diri dan keluarganya.
(2) Pengkhianat yang tidak tahu malu, sampai hal-hal kecil dikhianatinya juga.
(3) Orang yang pagi petang berusaha hendak menipumu, tentang keluargamu, dan harta mu,
(4) Orang bakhil atau pendusta.
(5) Orang yang bermulut kotor (orang yang berperangai buruk dan suka mengumpat maki nista).

Saturday, August 26, 2017

Islam Itu Gharib Pada Awalnya, Dan Gharib Pulalah Pada Akhirnya.

Di Sisi Allah swt Dan RasulNya.
Sebagaimana DijadikanNya Hujan Untuk Bumi.
Begitulah DijadikanNya Agama Untuk Hati Manusia.

Hadis Sahih Bukhari Jilid 1. Hadis Nombor 0063.

Dari Abu Musa r.a., katanya Nabi saw. bersabda: "Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan, yang Allah mengutus aku untuk menyampaikannya, seperti hujan lebat jatuh ke bumi. Bumi itu ada yang subur, menghisap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, dan rumput-rumput yang banyak. Ada pula yang keras, tidak menghisap air sehingga tergenang, maka Allah memberi manfaat dengan dia kepada manusia. Mereka dapat minum dan memberi minum (binatang ternak dan sebagainya), dan untuk bercocok tanam. Dan ada pula hujan yang jatuh kebahagian lain, iaitu di atas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama, yang mahu memanfaatkan apa yang aku disuruh Allah menyampaikannya, dipelajarinya dan diajarkannya. Dan begitu pula perumpamaan orang yang tidak mahu memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah, yang aku diutus untuk menyampaikannya."


Hadis Sahih Bukhari Jilid 2. Hadis Nombor 1115.

Dari 'Aisyah r.a., katanya: "Tidak ada yang ku ingat mengenai kedua orang tua ku, melainkan mereka telah memeluk agama (Islam). Dan tidak ada hari yang berlalu bagi kami, melainkan setiap hari itu Rasulullah saw. datang ke rumah kami pada kedua tepi siang, pagi dan petang.
Ketika kaum muslimin ditimpa musibah, Abu Bakar ikut hijrah ke Habsyah. Sesampainya di Birkal Ghimad, ia berpapasan dengan Ibnu Daghinah, seorang penghulu kampung.
Katanya, "Hendak ke mana engkau, hai, Abu Bakar?"
Jawab Abu Bakar, "Aku diusir oleh kaum ku. Kerana itu aku hendak mengembara di bumi ini untuk menyembah Tuhan ku."
Kata Ibnu Daghinah, "Sesungguhnya orang seperti engkau ini tidak boleh pergi dan tidak boleh diusir. Kerana engkau mengusahakan yang tidak ada, menghubungkan kasih sayang (silatur rahim), membantu orang yang sengsara, memuliakan tetamu dan menolong orang yang ditimpa bahaya dalam menegakkan kebenaran. Dan aku adalah tetanggamu. Kembalilah! Dan tetaplah menyembah Tuhan mu di negerimu."
Ibnu Daghinah berjalan bersama-sama dengan Abu Bakar. Lalu ditemuinya pemuka-pemuka kaum Quraisy. Katanya kepada mereka,"Sesungguhnya orang seperti Abu Bakar tidak boleh diusir. Mengapa kalian usir dia? Padahal dia mengusahakan yang tidak ada, menghubungkan kasih sayang, membantu orang yang sengsara, memuliakan tetamu dan menolong orang yang ditimpa bencana dalam menegakkan kebenaran."
Sesudah itu orang Quraisy membiarkan tetangga Ibnu Daghinah dan memberi keamanan bagi Abu Bakar. Kata mereka kepada Ibnu Daghinah, "Suruhlah Abu Bakar supaya ia menyembah Tuhannya di rumahnya, ia boleh solat dan membaca apa yang dikehendakinya (di sana), tetapi sekali-kali janganlah menyakiti hati kami dengan perbuatannya, dan jangan pula ia pamer dengannya. Sesungguhnya kami khuatir anak-anak dan para wanita kami akan terpengaruh.”

Ibnu Daghinah menyampaikan pesan mereka itu kepada Abu Bakar. Maka semenjak itu, Abu Bakar sentiasa menyembah Tuhannya di rumahnya saja, tidak kelihatan terang-terangan solat dan membaca (Quran) di luar rumahnya.
Kemudian timbul fikiran bagi Abu Bakar. Maka dibuatnya masjid (musalla, atau surau) di halaman rumahnya. Ia solat dan membaca dengan leluasa di masjidnya itu. Para wanita dan anak-anak orang musyrik beramai-ramai mengunjunginya dan mereka hairan melihatnya, kerana Abu Bakar seorang yang mudah menangis. Dia tidak dapat menahan air matanya kalau dia membaca Quran. Keadaan seperti itu sangat mengejutkan pemuka musyrikin Quraisy.
Lalu mereka panggil Ibnu Daghinah. Ibnu Daghinah datang menemui mereka. Kata mereka, "Kami membolehkan Abu Bakar menyembah Tuhannya, hanya di rumahnya. Kini dia telah melampaui batas. Dibuatnya masjid di halaman rumahnya, kemudian dengan leluasa dia berterang-terangan solat dan membaca. Kami khuatir anak-anak dan para wanita kami akan terpengaruh. Kerana itu pergilah kamu kepadanya. Jika dia mahu menyembah Tuhannya di rumahnya saja, dia boleh melakukannya. Jika dia tidak mhau, bahkan dia akan melakukannya secara terus terang dan leluasa, mintalah kepadanya supaya ia mengembalikan jaminan perlindungan darimu. Kami sendiri tidak suka merosakkan perjanjian denganmu. Kami tidak menyetujui Abu Bakar bersikap leluasa dan terus terang seperti itu."
Kata 'Aisyah, Ibnu Daghinah datang kepada Abu Bakar, lalu ia berkata: "Engkau memaklumi apa yang ku janjikan kepada engkau. Dapatkah engkau menepati janji itu, ataukah engkau akan mengembalikan janji perlindungan dari ku tidak ingin mendengarkan orang Arab mengatakan, bahawa aku merosak janji yang telah ku janjikan kepada seseorang."
Kata Abu Bakar, "Aku kembalikan kepada mu janji setetangga denganmu. Dan aku lebih suka setetangga dengan Allah."
Waktu itu Rasulullah saw. sedang berada di Mekah. Beliau bersabda, "Sesungguhnya telah diperlihatkan (Allah) kepada ku tempat hijrahmu. Aku lihat pada pasir ditumbuhi pohon kurma di antara dua bukit, yakni dua tempat yang berbatu-batu."
Tidak lama kemudian, maka hijrahlah orang ke Madinah. Yaitu sesudah Rasulullah saw. mengatakan demikian itu. Dan hijrah pula ke Madinah orang-orang yang tadinya telah hijrah ke Habsyah.
Abu Bakar pun bersiap-siap pula hendak hijrah. Tetapi Rasulullah saw. bersabda kepadanya, "Perlahan-lahan! Sesungguhnya aku mengharap pula keizinan bagi ku sendiri."
Kata Abu Bakar, "Apakah Tuan sedang mengharapkan yang demikian itu? Ku tebus engkau dengan Bapa ku."
Jawab beliau, "Ya!"
Abu Bakar menunggu Rasulullah saw. untuk menemani beliau. Sementara itu diberinya makan dua ekor kenderaan miliknya sendiri dengan daun samar selama empat bulan."

Monday, August 21, 2017

Apabila Datang Pertolongan Allah: Penaklukan Semula Mekah.

Hadis Sahih Muslim Jilid 3. Hadis Nombor 1751.

Dari 'Abdullah bin Rabah, dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Suatu perutusan (delegasi) datang kepada Mu'awiyah di bulan Ramadhan. Maka kerana itu sebahagian kami sibuk membuat makanan untuk yang lain-lain. Di antaranya terdapat Abu Hurairah yang sering mengajak kami ke tempatnya. Aku berkata, Tidak seyogyanyakah ku buat makanan, lalu ku undang mereka makan ke rumah ku? Lalu ku suruh buatkan makanan.
Kemudian ku temui Abu Hurairah untuk mengundangnya makan malam. Kata ku, "Sekarang makan malam di rumahku."
Jawab Abu Hurairah, "Engkau mendahului ku?"
Jawab ku, "Ya, aku mengundang mereka juga."
Kata Abu Hurairah, "Sukakah kalian ku ceritakan kepada kalian suatu peristiwa mengenai diri kalian sendiri, hai kaum Ansar?"
Lalu diceritakannya peristiwa sekitar penaklukan Mekah.
Katanya, "Rasulullah saw. berangkat hingga sampai di Mekah. Beliau mengangkat Zubair mengepalai satu di antara dua sayap, dan mengangkat Khalid mengepalai sayap yang lain, dan mengangkat Abu 'Ubaidah mengepalai pasukan tanpa baju besi. Mereka masuk ke dalam lembah, sedangkan Rasulullah saw. dalam suatu regu.
Kata Abu Hurairah, "Beliau langsung memperhatikan situasi medan. Beliau terlihat kepada ku.
Kata beliau, "Kamu, hai Abu Hurairah!"
Jawab ku, "Ya, hamba, ya Rasulullah!"
Sabda beliau, "Jangan dibolehkan mendekat kepada ku selain orang-orang Ansar, kecuali Syaiban. Suruh orang-orang Ansar berkumpul ke dekat ku!"
Mereka segera berkumpul sekeliling beliau. Sedangkan orang-orang Quraisy telah menyusun barisan mereka pula dalam beberapa pasukan.
Kata orang-orang Quraisy, "Biarkan mereka mendahului kita; jika mereka beruntung, kita sama-sama dengan mereka, dan jika mereka dapat bahaya, kita berikan kepada mereka apa yang dimintanya."
Sabda Rasulullah saw., "Kalian lihatkah pasukan Quraisy dan pengikut-pengikut mereka?” Kemudian beliau memberi isyarat dengan kedua tangannya, yang satu di atas yang lain, (maksudnya supaya waspada dan saling melindungi). Kemudian beliau berkata pula, "Sampai berjumpa di Safa."
Kata Abu Hurairah, "Kami terus berjalan. Tidak seorang pun di antara kami yang membunuh kecuali jika orang Quraisy itu membunuh. Ternyata tidak ada satu pun perlawanan ditujukan kepada kami.
Kemudian Abu Sufyan datang menghadap Rasulullah saw. Dia mengatakan, "Ya, Rasulullah! Jikalau orang-orang Quraisy dibunuhi, maka tidak akan ada lagi orang-orang Quraisy sesudah ini. (ertinya orang-orang Quraisy menyerah kalah tanpa pertumpahan darah).
Maka bersabda Rasulullah saw., "Siapa yang masuk ke rumah Abu Sufyan, dia aman." Mendengar sabda Rasulullah seperti itu, maka orang-orang Ansar berkata sesama mereka, "Agaknya Rasulullah saw. telah rindu kepada kampung halamannya, sehingga timbul rasa kasih sayangnya berkeluarga."
Kata Abu Hamid, "Ketika itu wahyu turun. Kami tahu kalau wahyu sedang turun. Kalau wahyu sedang turun, tidak seorang pun yang berani memandang Rasulullah saw. sampai wahyu selesai turun.”
Setelah selesai, Rasulullah saw. bersabda, "Hai, kaum Ansar!"
Jawab mereka, " Kami, ya Rasulullah!"
Tanya beliau, "Kaliankah yang berkata bahawa aku telah rindu kampung halaman?"
Jawab mereka, "Betul, ya Rasulullah!"
Sabda beliau, "Tidak! Sekali-kali tidak! Aku adalah hamba Allah dan RasulNya. Aku telah hijrah kepada Allah dan kepada kalian semua. Hidup dan mati ku bersama-sama dengan kalian."
Mendengar ucapan beliau seperti itu, mereka datang menghampiri sambil menangis dan berkata, "Ya, Rasulullah! Kami berkata demikian itu sesungguhnya, kerana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya."
Jawab Rasulullah saw., "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya membenarkan pengakuan kalian dan memaafkannya."
Kata Abu Hurairah, "Maka datanglah orang ramai (penduduk Mekah) ke rumah Abu Sufyan. dan mereka tutup pintu rumah mereka. Sedang Rasulullah saw. terus menuju Hajarul Aswad, lalu beliau cium batu, kemudian beliau tawaf mengelilingi Kaabah. Kemudian beliau datangi berhala-berhala sembahan orang-orang Quraisy yang terletak di sekitar Kaabah, lalu beliau tusuk matanya dengan busur panah yang ada di tangan beliau, sambil berkata, "Telah datang kebenaran, maka lenyaplah kebatilan."
Setelah selesai tawaf, beliau datang ke bukit Safa lalu naik ke puncaknya. Sampai di atas beliau memandang ke Kaabah, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya, lalu dia memuji Allah dan mendoa apa yang hendak didoakannya."

Friday, August 18, 2017

Tahajjud: Doa Kekuatan Keruhanian.

Hadis Sahih Bukhari Jilid 2. Hadis Nombor 0581.

Dari Ibnu Abbas r.a., katanya: Apabila Rasulullah saw. bangun tengah malam hendak solat tahajjud, beliau membaca:

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi waman fiihinna,
Walakal hamdu mulkus samaawaati wal ardhi waman fiihinna,
Walakal hamdu nurus samaawati wal ardhi,
Walakal hamdu antal haqqu wa wa'dukal haqqun,
wa liqaauka haqqun,
wa qawluka haqqun,
wal jannatu haqqun,
wan naaru haqqun,
wan nabiyyuna haqqun,
wa Muhammadun shallallaahu 'alaihi wa sallama haqqun,
was saa'atu haqqun.

Allhumma laka aslamtu,
wa bika aamantu,
wa 'alaika tawakkaltu,
wa ilaika anabtu,
wa bika khaashamtu,
wa ifaika haa kamtu.
Faghfirli maa qaddamtu,
wa maa akhkhartu,
wa maa asrartu,
wa maa a'lantu,
antal muqaddimu wa antal muakh-khiru,
laa ilaaha illaa anta (atau: laa ilaaha ghairuka),
wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

(Wahai, Allah! UntukMulah segala puji. Engkau penanggung langit dan bumi beserta isinya. Untuk-Mulah segala puji. Penguasa langit dan bumi dan segala isinya. UntukMulah segala puji Cahaya langit dan bumi. Untuk-Mulah segala puji. Engkau Maha Benar, janji-Mu maha benar, menemui Engkau (di akhirat) maha benar, firman-Mu maha benar, syurga maha benar, neraka maha benar, para Nabi maha benar, dan Muhammad; shallallaahu 'alaihi wasallam maha benar, dan hari kiamat maha benar. Wahai, Allah! Saya pasrah kepadaMu, dan dengan Engkau aku beriman, kepada Engkau aku menyerah, dan kepada Engkau aku kembali, dan kerana (mempertahankan agama) Engkau aku bermusuhan, dan kepada Engkau aku meminta hukum. kerana itu ampunilah dosa-dosaku yang terdahulu dan yang terakhir, ampunilah apa yang ku rahsiakan mahupun yang ku nyatakan. Engkaulah yang mendahulukan dan yang mengemudiankan; tidak ada Tuhan melainkan hanya Engkau, dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan di tangan Engkau).