Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 4. # 4077.
Mewartakan kepada kami 'Ali bin Muhammad, mewartakan kepada kami 'Abdur-Rahman bin Al-Muharibiy, dari Isma'il bin Rafi', yaitu Abu Rafi', dari Abu Zur'ah, Asy-Syaibaniy, yaitu Yahya bin Abu 'Amr, dari Abu Umamah Al-Bahiliy, dia berkata:
Rasulullah saw. berkhutbah kepada kami, sementara kebanyakan isi khutbahnya itu pemberitaan yang kami mewartakannya mengenai Dajjal, dan beliau memberi amaran agar waspada terhadap Dajjal.
Nabi bersabda: "Bahwasanya tidak terjadi fitnah di bumi semenjak Allah menciptakan anak cucu Nabi Adam yang lebih berat daripada fitnah Dajjal. Dan sesungguhnya Allah tidak mengutus seorang nabi kecuali dia memberi amaran kepada umatnya berkenaan Dajjal. Dan saya adalah akhir para Nabi, sedangkan kamu sekalian adalah umat yang terakhir. Dan dia (yakni Dajjal) keluar di tengah-tengah kalian, tidak dapat tidak. Kalau dia keluar, sementara saya berada di tengah-tengah kalian, maka saya dapat membela setiap orang muslim. Tapi kalau dia keluar sepeninggalku, maka setiap orang kenalah bermati-matian membela dirinya masing-masing. Sedangkan Allah adalah Dzat yang mengurusi setiap orang muslim kerana saya. Dan sesungguhnya Dajjal itu keluar dari jalan antara Syam dan Iraq. Lalu dia membuat kerusakan sebelah kanan dan kiri (yakni: daerah yang dilaluinya).
Wahai hamba-hamba Allah, tetaplah kamu sekalian pada agama Islam. Sebab sesungguhnya saya itu akan menyebutkan kepada kalian sifat/identiti Dajjal yang tidak pernah disebutkannya oleh seorang nabi pun sebelumku. Sesungguhnya dia (Dajjal) mulai berkata: "Aku adalah seorang nabi dan tidak ada nabi setelah aku". Kemudian dia memuji, lalu berkata: "Aku adalah tuhanmu sekalian". Kamu sekalian tidak dapat melihat Tuhan kalian, sehingga (sebelum) kalian meninggal dunia. Sesungguhhya Dajjal itu matanya buta sebelah, sementara Tuhan kalian tidak buta sebelah matanya. Dan sesungguhnya Dajjal itu, di antara kedua matanya tertulis: KFR, yang dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik yang dapat menulis maupun yang tidak dapat.
Dan termasuk fitnahnya adalah dia disertai oleh syurga dan neraka. Maka neraka Dajjal adalah surga, dan syurganya justru neraka. Maka barangsiapa yang mendapat cubaan dengan nerakanya, maka hendaklah dia mohon pertolongan kepada Allah, dan hendaklah dia membaca pembukaan surat Al-Kahfi; maka neraka itu menjadi terasa dingin dan mensejahterakan baginya, sebagaimana yang pernah terjadi api pada nabi Ibrahim.
Sesungguhnya termasuk fitnahnya, yaitu dia (Dajjal) mengatakan kepada seorang Badui (yakni: Arab kampong): "Bagaimana pendapatmu, kalau aku membangkitkan ayah dan ibumu kepadamu, apakah kamu mahu bersaksi bahawasanya aku adalah tuhanmu?" Lalu dia menjawab: "Ya". Kemudian ada dua orang Setan yang berujud ayah dan ibunya, lalu (Dajjal) "adalah tuhanmu".
Dan sesungguhnya termasuk fitnahnya, yaitu dia diberi kuasa untuk menguasai seseorang, lalu dia membunuhnya dan menggergajinya dengan gergaji, sehingga terpelanting menjadi dua bahagian. Kemudian dia berkata: "Lihatlah oleh kalian kepada hambaku ini. Sesungguhnya aku telah membangkitkannya sekarang, kemudian dia malah menganggap bahawa dia mempunyai Tuhan selain diriku". Selanjutnya, Allah membangkitkannya. Dan Dajjal berkata kepadanya: "Siapakah tuhanmu". Maka dia menjawab: "Tuhanku adalah Allah, dan kamu adalah musuh Allah. Kamu adalah Dajjal. Demi Allah, bukankah aku setelah itu, pada hari ini justru lebih mengetahui tentang kamu". Abul-Hasan Ath-Thanafisiy berkata: Maka mewartakan kepada kami Al-Muharibiy, mewartakan kepada kami 'Ubaidullah bin Al-Walid AlWashshafiy, dari 'Athiyah, dari Abu Sa'id, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Orang tersebut adalah umatku yang paling tinggi darjatnya di dalam syurga". Dia (perawi) berkata: Abu Said berkata: Demi Allah, kami tidak mengetahui orang yang tersebut itu melainkan bernama 'Umar bin Al-Khaththab, sehingga dia telah melalui jalannya. Al-Muharibiy berkata: Kemudian kami merujuk kepada hadisnya Abu Rafi'.
Beliau saw. bersabda: "Dan sesungguhnya termasuk fitnahnya, yaitu Dajjal memerintahkan langit agar menurunkan hujan, maka langit terus hujan. Dia memerintahkan bumi agar menumbuhkan tetumbuh2an, maka terus bumi menumbuhkannya.
Dan sesungguhnya termasuk fitnahnya, yaitu Dajjal melalui suatu perkampungan, penduduknya mendustakannya (akibatnya) lalu tidak tersisa satupun binatang peliharaan, kecuali musnah/mati. Dan termasuk fitnahnya (lagi), yaitu Dajjal melalui suatu perkampungan lalu penduduknya membenarkan ucapannya. Selanjutnya Dajjal memerintahkan langit agar menurunkan hujan, lalu terus langit menurunkan hujan. Dan dia memerintahkan bumi agar menumbuhkan tetumbuh2an, lalu terus bumi menumbuhkannya, sehingga binatang-binatang ternak mereka pulang pada hari itu gemuk dan besar, perutnya kenyang, dan susunya penuh air susu.
Bahwasanya tidak ada suatu bumipun yang tersisa, kecuali Dajjal telah menginjaknya dan membuat kerusakan, selain Mekah dan Madinah. Dajjal tidak dapat mendatangi keduanya dari jalan di antara dua gunung Mekah dan Madinah, kecuali ada malaikat yang menampakkannya dengan pedang-pedang terhunus, sehingga dia singgah di gunung kecil yang merah, yaitu di tanah yang kering/tandus.
Maka Madinah menggoncang penduduknya tiga goncangan, lalu tidak tertinggal orang munafik, pria atau wanitanya, kecuali dia keluar menuju ke gunung kecil yang merah itu. Maka Madinah meniadakan orang yang buruk, seperti halnya tempat bara api menghilangkan kotoran/karat besi. Hari demikian itu disebut hari pembersihan".
Ummu Syarik binti Abul-'Akar berkata: "Ya Rasulullah, dimanakah orang Arab waktu itu?" Beliau menjawab: "Mereka, pada waktu itu, sedikit. Sebagian besar mereka berada di Baitul-Maqdis, sedangkan pemimpin mereka adalah seorang lelaki yang saleh. Maka sewaktu pemimpin/imam mereka maju untuk mengerjakan solat Subuh mengimami mereka, tiba-tiba 'Isa bin Maryam turun kepada mereka di waktu Subuh. Selanjutnya, sang imam kembali ke belakang, berjalan mundur agar Nabi 'Isa maju mengimami solat orang-orang. Kemudian 'Isa meletakkan tangannya pada antara kedua bahu sang imam, kemudian mengatakan kepadanya: "Majulah dan kerjakanlah solat sebagai imam sebab solat itu sudah diiqamatkan untukmu". Kemudian imam mereka mengerjakan solat dengan mereka.
Maka ketika dia mahu pergi, maka 'Isa as. berkata: "Bukakanlah olehmu sekalian pintu itu" lalu pintu dibuka, sedangkan dibelakang pintu ada Dajjal yang disertai oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi, yang setiap mereka mempunyai pedang yang dihiasi dan bertoga hijau. Maka bila Dajjal melihat beliau (nabi 'Isa), maka dia lebur-hancur sebagaimana hancurnya garam dalam air, dan dia lari ketakutan. Dan 'Isa a.s. berkata: "Sesungguhnya aku mempunyai suatu pukulan kepadamu yang kamu tidak bakal mendahului / menghindarkan pukulan dariku". Lalu beliau dapat menyusul Dajjal di pintu Lud sebelah timur (yakni: Sebuah tempat di Syam; menurut informasi lain’ tempat di Palestina), maka beliau 'Isa a.s. dapat membunuh Dajjal. Lalu Allah mengusir orang Yahudi hingga porak poranda. Tidak ada sesuatu ciptaan Allah yang dapat dijadikan persembunyian oleh orang Yahudi kecuali Allah menjadikan sesuatu itu dapat berkata-kata. Tidak ada batu, pohon, dinding dan binatang (kecuali Gilarqad / pohon berduri .. itu termasuk pohon mereka .. tidak mahu berbicara) melainkan dia mengatakan: "Wahai hamba Allah yang muslim, inilah orang Yahudi. Kemarilah, bunuhlah ia (yakni Yahudi itu)".
Rasulullah saw. bersabda: "Sesungguhnya harinya / masanya itu adalah selama empat puluh tahun. Setahun seperti setengah tahun, setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu / se Jum'ah dan akhir hari-harinya adalah bagaikan bunga api. Di pagi hari, salah seorang di antara kalian tiba di pintu Madinah, tapi dia tidak sampai di pintunya yang lainnya hingga petang hari".
Lalu ditanyakan kepada beliau saw.: "Wahai Rasulullah bagaimana kami dapat mengerjakan solat di hari-hari yang pendek itu?" Beliau menjawab: "Yaitu kamu sekalian menghitung solat pada waktu itu, sebagaimana kalian memperkirakan pada hari-hari yang panjang ini, kemudian solatlah kamu sekalian".
Rasulullah saw. bersabda: "Maka akan ada 'Isa bin Maryam di tengah-tengah umatku adalah sebagai hakim yang adil, pemimpin yang berlaku adil. Beliau menghancurkan palang salib membunuh babi dan meletakkan (tidak menerima pembayaran pajak dari orang kafir). Beliau meninggalkan sedekah / zakat (lantaran banyak harta). Maka tidak ada kambing dan unta yang dijalankan. Permusuhan dan kebencian dihilangkan. Racun dari setiap yang memiliki racun dilenyapkan, sehingga seorang anak kecil memasukkan tangannya kedalam ular, maka tidak membahayakannya. Seorang anak perempuan membawa lari singa, maka tidak membahayakannya. Serigala di tengah-tengah kambing adalah dia itu bagai anjing yang menjaganya. Bumi dipenuhi kedamaian, sebagaimana bejana dipenuhi oleh air. Hanya ada satu ungkapan: Tidak boleh disembah kecuali kepada Allah dan perang berhenti / selesai. Orang Quraisy kerajaannya dirampas. Dan bumi adalah bagaikan piring besar dari perak, yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya di masa Adam, sehingga suatu kaum berkumpul di setandan anggur, maka dapat mengenyangkan mereka. Dan suatu kaum satu buah delima, maka buah itu dapat mengenyangkan mereka. Lembu hanya seharga harta begini, begitu. Dan kuda hanya beberapa dirham". Mereka (para sahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkan harga Kuda murah." Beliau menjawab: "Karena dia tidak dipakai/dinaiki untuk berperang selama-lamanya". Ditanyakan kepada beliau saw.: "Lalu apa yang menyebabkan lembu harganya mahal." Beliau menjawab: "Dia dipakai' untuk membajak tanah semuanya. Dan sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal selama tiga tahun kekeringan yaitu: Manusia mengalami musibah kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan langit, pada tahun yang pertama, agar ia menahan 1/3 (sepertiga) hujannya, dan memerintahkan bumi agar menahan 1/3 (sepertiga) tumbuh-tumbuhannya. Kemudian memerintahkan langit, pada tahun kedua, agar ia menahan 2/3 (dua pertiga) hujannya dan memerintahkan bumi agar menahan 2/3 (dua pertiga) tumbuh-tumbuhannya. Kemudian Allah memerintahkan langit, pada tahun ketiga, maka ia menahan hujannya semuanya, lalu tidak meneteskan sama sekali. Dan memerintahkan bumi, maka ia menahan tumbuh-tumbuhannya semuanya, lalu ia tidak menumbuhkan tetumbuhan yang hijau sama sekali, lalu tidak ada tersisa binatang-binatang yang mempunyai kuku berbelah kecuali musnah, melainkan apa yang dikehendaki oleh Allah". Ditanyakan kepada beliau: "Lalu apa yang menyebabkan hidupnya manusia pada zaman tersebut.". Beliau menjawab: "Yaitu bacaan: Tahlil, takbir, tasbih, tahmid, dan yang demikian itu berjalan pada mereka seperti jalannya makanan".
Abu 'Abdullah berkata: Saya mendengar Abul-Hasan Ath-Thanafisiy mengatakan: Saya mendengar 'Abdur-Rahman Al-Muharibiy mengatakan: Seyogyanya hadis ini diserahkan kepada seorang pendidik, sehingga dia mengajarkannya kepada anak-anak dalam pengajaran.
The Rukun Negara Of Muslims:- 1) Keep To The Commandments Of Allah. 2) Abstain From That Which Allah Forbids. 3) Pleased With The Decree Of Perovidence.
SSUS - PERJUANGAN YANG BERTERUSAN
Satu Bahasa Satu Bangsa Satu Negara
Wednesday, July 19, 2017
Friday, July 14, 2017
Fitnah Terhadap Ummu-l-Mukminin Sayyidatina 'Aisyah r.a.
Hadis Sahih Muslim Jilid 4. # 2377
Dari 'Aisyah r.a., isteri Nabi saw. katanya: "Biasanya apabila Rasulullah saw. hendak melakukan suatu perjalanan jauh, beliau mengadakan undian di antara para isteri beliau. Siapa yang menang undiannya dialah yang berhak ikut mendampingi Rasulullah saw. dalam perjalanan itu. Pada suatu ketika Rasulullah saw. mengundi kami untuk ikut mendampingi beliau dalam suatu peperangan yang dipimpin beliau sendiri. Aku beruntung, kerana undian ku lah yang keluar sebagai pemenang. Kerana itu akulah yang berhak pergi bersama beliau.
Peristiwa ini terjadi sesudah turunnya Ayat Hijab (lihat surat Ahzab, 33:53-59). Lalu aku dinaikkan ke dalam sebuah sekedup / tandu dan diturunkan dalam setiap perhentian (tanpa aku keluar tetapi sekedup / tandunya yang diturun naikkan). Setelah selesai perang, Rasulullah saw. serta rombongan pulang kembali ke Madinah (membawa kemenangan). Hampir sampai ke Madinah, beliau memberi izin seluruh pasukan istirehat malam.
Ketika istirehat itu, aku keluar dari sekedup dan berjalan menjauhi pasukan untuk buang hajat. Setelah selesai buang hajat aku segera kembali ke pasukan. Ketika aku menyentuh dada ku, terasa kalung ku yang terbuat dari permata zhafar buatan Yaman telah putus. Kerana itu aku kembali mencari kalung ku sehingga aku terlambat kembali ke pasukan. Sedangkan para pengawal yang bertugas menjaga ku selama dalam perjalanan telah mengangkat sekedup ku dan menaikkannya ke punggung unta yang ku kenderai (tanpa memeriksa lebih dahulu apakah aku ada di dalam atau tidak) lalu mereka berangkat. Mereka menyangka bahawa aku berada dalam sekedup. Ketika itu berat badan ku sangat ringan. Sehingga kalaupun aku berada dalam sekedup, para pengawal tidak akan merasa lebih berat bila mereka mengangkat sekedup itu. Dan ketika itu aku masih merupakan wanita muda usia.
Mereka terus berjalan menggiring unta ku (tanpa aku). Aku mendapatkan kalung ku kembali setelah pasukan berjalan agak jauh. Ketika aku sampai di tempat peristirahatan, ku dapati di sana telah sepi. Aku memutuskan untuk tetap menunggu di tempat ku semula. Kerana aku berpendapat, bila rombongan tidak menemukan ku tentu mereka akan kembali mencari ku. Ketika aku duduk menunggu mereka di tempat itu, aku mengantuk dan tertidur.
Kebetulan Shafwan bin Mu'aththal As Sulami ketinggalan pula oleh rombongan kerana dia tertidur. Ketika terbangun dia segera menyusul mereka dan lalu di dekat tempat ku menunggu. Ketika dia terlihat sesusuk tubuh sedang tidur, dia menghampiri dan mengenali ku, dia memang sudah pernah melihat ku sebelum ayat hijab turun. Aku terbangun ketika dia dengan terkejut mengucapkan kalimah istirja' (inna lillaahi wa inna ilaihi raji'un) setelah dia mengenali ku. Dan aku segera menutup muka ku dengan jilbab (kain penutup muka). Demi Allah! Dia tidak pernah mengucapkan sepatah kalimat pun kepada ku selain kalimah istirja' yang menyebabkan aku terbangun. Dia segera menyuruh untanya menunduk, dan aku disilakannya menaiki kenderaan itu. Sedangkan dia sendiri berjalan kaki menuntun unta sampai induk pasukan tersusul oleh kami sesudah mereka berhenti berehat dari terik panas tengah hari.
Tetapi sungguh celakalah orang yang sengaja membuat fitnah terhadap diri ku mengenai peristiwa itu, yang diikhtiarkan oleh pemimpin mereka 'Abdullah bin Ubay bin Salul. Setelah kami sampai di Madinah aku jatuh sakit sebulan lamanya. Sementara itu dalam masyarakat telah meluas khabar bohong mengenai diri ku. Sedangkan aku tidak tahu berita itu telah meluas sedemikian rupa kerana aku sedang sakit. Tetapi ada suatu hal yang membimbangkan ku, ialah sikap Rasulullah saw. yang tidak memperlihatkan kasih sayang seperti biasanya kalau aku sedang sakit. Beliau pernah datang menengok ku sekali, setelah memberi salam beliau bertanya, "Bagaimana keadaan mu?" Itulah yang membimbangkan ku.
Aku tidak mengetahui sama sekali heboh mengenai diri ku, sampai pada suatu hari setelah aku agak sembuh, aku pergi bersama Ummu Misthah ke lapangan di pinggir kota untuk buang hajat. Kerana memang di sanalah tempat kami buang hajat. Dan kami tidak pergi ke sana kecuali hanya pada malam hari saja. Yang demikian itu ialah sebelum kami membuat tempat tertutup di sekitar rumah kami. Memang sudah menjadi kebiasaan orang Arab pada masa dahulu, kalau buang hajat pergi ke lapangan di pinggir kota. Kerana mereka merasa jijik membuat tempat tertutup di sekitar rumah mereka.
Ummu Misthah (nama asalnya Salma), ialah anak perempuan Abu Ruhma bin Muththalib bin Abdu Manaf. Sedangkan ibunya ialah anak perempuan Shakhar bin Amir ibu saudara Abu Bakar Siddiq. Anak lelakinya ialah Misthah Ibnu Utsatsah bin Abbad bin Muththalib. Ketika kami pulang setelah selesai buang hajat, Ummu Misthah tersangkut sandalnya lalu dia menyumpah: "Celaka si Misthah." Maka ku tegur dia, "Tidak baik berkata begitu. Bukanlah engkau memaki orang yang ikut dalam peperangan Badar?" Jawab Ummu Misthah, "Alangkah bodohnya engkau! Apakah engkau tidak mendengar apa yang dikatakannya?" Tanya ku, "Apa yang dikatakannya?". “ Dia menghabarkan kepada ku omongan tukang-tukang fitnah (yang memburuk-burukkan diri mu)."
Semenjak aku mendengar berita Ummu Misthah itu, sakit ku semakin menjadi-jadi. Ketika Rasulullah saw. datang ke rumah ku, beliau memberi salam, lalu dia bertanya, "Bagaimana keadaan sakit mu?" Lalu aku bertanya kepada beliau, "Sudikah Tuan mengizinkan aku pulang ke rumah orang tua ku?" Kata 'Aisyah, "Sebenarnya aku ingin hendak menanyakan kepada orang tua ku kebenaran berita yang disampaikan Ummu Misthah kepada ku."
Rasulullah saw. mengizinkan ku, lalu aku pulang ke rumah orang tua ku dan bertanya kepada ibu ku, "Wahai ibu! Benarkah ada berita buruk yang dipercakapkan orang mengenai diri ku?" Jawab ibu, "Wahai anak ku sayang! Jangan engkau hiraukan. Demi Allah, jarang sekali wanita cantik yang disayangi suaminya, padahal dia mempunyai banyak madu yang tidak diomongi orang." "Subhanallah!" kata ku. "Kalau begitu, memang benarlah kiranya orang banyak mempercakapkan ku." Malam itu aku menangis semalam-malaman sampai Subuh. Air mata ku mengalir tak dapat ditahan dan aku tak dapat tidur kerananya.
Sementara itu Rasulullah saw. memanggil Ali bin Abi Thalib dan Usamah bin Zaid untuk bermusyawarah dengan mereka - kerana waktu itu wahyu terhenti -. Beliau bermusyawarah dengan keduanya apakah beliau harus menceraikan ku atau tidak. Usamah bin Zaid menyatakan pendapatnya, bahawa dia tahu benar para isteri Rasulullah saw. semuanya suci (setia) dan dia tahu benar mereka semuanya mencintai Rasulullah saw. Katanya, "Mereka adalah para isteri Tuan. Aku yakin benar bahawa semuanya adalah para isteri yang setia." Adapun 'Ali bin Thalib berkata, "Allah Ta'ala tidak akan mempersulit Tuan. Masih banyak wanita selain dia ('Aisyah). Jika Tuan menghendaki seorang gadis, tidak seorang pun yang akan menolak Tuan."Kemudian beliau panggil pula Barirah (pembantu rumah tangga 'Aisyah), lalu beliau bertanya, "Hai Barirah! Adakah engkau melihat sesuatu yang mencurigakan mengenai diri 'Aisyah?" Jawab Barirah, "Demi Allah yang mengutus Tuan dengan agama yang benar. Sungguh, aku tidak melihat sedikit pun yang mencemarkan dirinya, selain hanya dia itu seorang wanita muda yang manja, yang pergi tidur meninggalkan adonan kuih, lalu datang haiwan peliharaan (kucing atau kambing) memakan adonan itu."
Kemudian Rasulullah saw. berkhutbah di mimbar, menyatakan keberatannya atas tuduhan yang diprasangka pleh Abdullah bin Ubay bin Salul." Sabda beliau di mimbar, "Hai kaum muslimin! Siapakah di antara tuan-tuan yang setuju dengan penolakan ku atas tuduhan yang telah mencemarkan nama baik keluarga ku? Demi Allah, aku yakin keluarga ku bersih dari tuduhan kotor yang tidak benar itu. Mereka juga telah menyebut-nyebut seorang lelaki (Shafwan bin Mu'aththai As Sulami) yang aku yakin bahawa dia itu orang baik. Dia tidak pernah masuk ke rumah ku kecuali bersama ku."
Maka berdirilah Sa'ad bin Mu'adz Al Anshari, lalu dia berkata, "Aku membelaTuan dalam masalah ini, ya Rasulullah! Jika tuduhan itu datang dari suku Aus, kami penggal lehernya. Dan jika datangnya dari saudara-saudara kami suku Khazraj, kami menunggu perintah Tuan. Apa yang Tuan perintahkan segera kami laksanakan." Maka berdiri pula Sa'ad bin Ubadah, pemimpin suku Khazraj dan seorang yang soleh tetapi diperdayakan oleh rasa kesukuan. Lalu dia berkata kepada Sa'ad bin Mu'adz, "Engkau bohong! Demi Allah, engkau tidak boleh membunuhnya dan memang engkau tidak sanggup melakukannya." Maka bangun pula Usaid bin Hudhair, anak pakcik Sa'ad bin Mu'adz. Katanya kepada Sa'ad bin Ubadah, "Engkaulah yang bohong! Demi Allah! Bila saja dan di mana saja kami sanggup membunuhnya! Engkau munafik, kerana engkau membela orang-orang munafik!" Pertengkaran antara suku Aus dan Khazraj itu menjadi hangat, sehingga hampir terjadi perkelahian antara mereka. Tetapi Rasulullah saw. yang masih berdiri di mimbar dapat menenangkan mereka sehingga mereka diam.
Kata Aisyah selanjutnya, "Sehari-harian kerja ku hanya menangis dan menangis siang malam. Sehingga kedua orang tua ku cemas, kalau-kalau jantung ku pecah kerana menangis. Selama aku menangis, kedua orang tua ku selalu berada di samping ku. Tiba-tiba seorang perempuan Ansar minta izin hendak bertemu dengan ku, lalu ku izinkan dia masuk. Setelah dia masuk, dia pun menangisi ku (menambah kesedihan ku). Sementara itu Rasulullah saw. pun datang. Beliau memberi salam, lalu duduk di samping ku. Sejak berita bohong itu tersiar, beliau tidak pernah duduk di samping ku. Dan sudah sebulan wahyu tidak turun kepada beliau. Iaitu semenjak peristiwa ku ini.
Ketika beliau duduk di samping ku, mula-mula beliau membaca tasyahhud. Kemudian beliau bersabda: "Hai 'Aisyah! Telah sampai kepada ku berita mengenai diri mu begini dan begitu. Jika engkau bersih dari tuduhan itu maka Allah Ta'ala akan membebaskanmu. Jika engkau memang berdosa, minta ampunlah kepada Allah Ta'ala dan taubatlah kepadaNya, kerana apabila seorang hamba sadar bahawa dia telah berdosa, kemudian dia taubat, nescaya Allah menerima taubatnya."
Setelah ucapan beliau itu selesai diucapkannya, air mata ku mengambang dan tak tertahankan oleh ku dia jatuh berderai. Aku berkata kepada bapa ku. "Ayah, tolonglah aku menjawab sabda Rasulullah saw." Jawab bapa ku, "Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang harus ku ucapkan kepada Rasulullah saw." Kemudian ku minta ibu ku, "Ibu, tolonglah aku menjawab sabda Rasulullah saw. sebentar ini." Jawab ibu ku, "Demi Allah! Aku tidak tahu apa yang harus ku katakan kepada Rasulullah." Maka terpaksalah aku sendiri yang harus menjawabnya.
Kata ku, "Aku ini adalah seorang wanita muda usia yang belum banyak mengetahui isi Al Quran. Demi Allah! Sekarang aku telah tahu bahawa Tuan telah mendengar berita mengenai tuduhan terhadap diri ku, sehingga tuduhan itu tertanam dalam diri Tuan dan nampaknya Tuan seperti membenarkan berita itu. Walaupun aku mengatakan kepada Tuan aku bersih dari tuduhan itu - demi Allah, hanya Allah sajalah yang maha tahu bahawa aku memang bersih - Tuan tentu tidak akan mempercayai ku juga. Dan seandainya aku mengatakan bahawa aku telah bersalah dan berbuat dosa, - demi Allah, Dia jugalah yang Maha Tahu bahawa aku bersih - Tuan akan mempercayainya. Demi Allah! Aku tidak memperoleh sebuah contoh pun yang paling tepat mengenai peristiwa ini, selain ucapan yang diucapkan Nabi Ya'qub, bapa Nabi Yusuf, katanya : Sabar jualah yang paling indah, dan hanya Allah sajalah tempat minta tolong atas segala tuduhan yang dituduhkan mereka." Kemudian aku berpaling dan berbaring di tempat tidur ku.
Kata 'Aisyah selanjutnya, "Demi Allah! Aku benar-benar bersih dari tuduhan itu, dan aku yakin bahawa Allah Ta'ala akan membersihkan nama baik ku dari tuduhan itu. Namun sejauh itu demi Allah, aku tidak menduga sama sekali bahawa Allah akan menurunkan wahyu dalam kaitannya dengan kes yang sedang ku hadapi ini. Sehingga akhirnya wahyu itu selalu kita baca. Kerana kes itu sangat cemar terasa oleh ku dibanding dengan keagungan firman Allah Ta'ala yang selalu kita baca. Tetapi aku berharap semoga Rasulullah saw. dapat melihat dalam mimpi beliau, di mana Allah Ta'ala memperlihatkan kepada beliau bahawa aku sungguh-sungguh bersih.
Maka demi Allah, belum lagi Rasulullah saw. meninggalkan tempat duduknya, dan belum seorang jua pun yang keluar dari rumah kami, Allah Ta'ala menurunkan wahyu kepada Nabinya. Terlihat Nabi saw. seperti orang yang keberatan memikul beban berat, sebagai biasanya bila wahyu sedang diturunkan kepada beliau, sehingga beliau bersimbah peluh. Ketika Wahyu telah selesai turun, Rasulullah saw. tertawa. Kalimat yang mula-mula diucapkannya ialah: "Gembiralah, wahai 'Aisyah! Allah Ta'ala telah mengatakan bahawa engkau sungguh-sungguh bersih dari tuduhan itu." Lalu berkata ibu ku kepada ku, "Bangunlah engkau, nak! Mintalah maaf kepada beliau!" Jawab ku, "Demi Allah! Aku tidak perlu minta maaf kepada beliau. Aku hanya wajib memuji Allah, kerana Dialah yang menurunkan wahyu yang menyatakan bahawa aku memang bersih dari tuduhan kotor itu.”
Wahyu itu tersebut turun dalam Al Quran, surat An Nur sebanyak sepuluh ayat: "Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong ini adalah dari golongan kamu juga (lihat An Nur, 24 : 11-20).
Kata 'Aisyah selanjutnya, "Selama ini Misthah dibelanjai oleh (bapa ku) Abu 'Bakar Siddiq sebagai keluarga dekat bapa. Semenjak kes itu terjadi, bapa ku bersumpah akan menghentikan bantuannya kepada Misthah untuk selama-lamanya. Maka turun pula wahyu yang melarang penghentian bantuan itu: "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahawa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kaum kerabatnya....sampai dengan...Apakah kamu tidak ingin bahawa Allah mengampuni mu?" (An Nur, 24:22).
Berkata Hibhan bin Musa, kata Abdullah bin Muharak. "Inilah ayat yang istimewa di dalam kitab Allah." Maka berkata Abu Bakar, "Demi Allah! Aku lebih suka mendapat ampunan Allah Ta'ala." Maka nafkah untuk Misthah diteruskannya kembali. Dan aku tidak pernah menghentikan nafkah untuk Misthah sepeninggal beliau."
Tuesday, July 4, 2017
Ka'ab Bin Malik r.a. Tertinggal Dari Rasulullah saw Peperangan Tabuk
(Hadis Sahih Muslim Jilid 4. Hadis # 2376.)
Dari Ka'ab bin Malik r.a.. dia menceritakan tentang dirinya ketika dia tertinggal (tidak ikut berperang) dari Rasulullah saw. dalam peperangan Tabuk.
Kata Ka'ab bin Malik. "Aku tidak pernah tertinggal dari Rasulullah saw. dalam setiap peperangan yang dipimpin sendiri oleh beliau, kecuali dalam peperangan Tabuk. Selain dari itu, aku memang tertinggal pula dalam peperangan Badar. Tetapi tidak seorang pun dapat disalahkan bila tertinggal ketika itu, kerana Rasulullah saw. pergi dengan maksud hendak memintas kafilah Quraisy. Namun Allah Ta'ala telah menghadapkan mereka dengan musuh tanpa diduga lebih dahulu. Dan aku telah baiat bersama Rasulullah saw. pada malam Aqabah di mana kami telah bersumpah setia untuk Islam. Dan aku tidak suka seandainya malam Bai'at Aqabah itu ditukar dengan perang Badar. Sekalipun Badar lebih terkenal dari Aqabah di kalangan orang banyak.
Cerita mengenai sebabnya aku tertinggal dari Rasulullah saw. dalam perang Tabuk ialah :
"Sesungguhnya aku belum pernah sedikit jua pun merasa diri ku lebih kuat dan lebih senang dari keadaan ku ketika tertinggal dalam peperangan itu. Demi Allah, aku belum pernah menyiapkan dua kenderaan kecuali untuk peperangan itu. Rasulullah saw. merencanakan penyerangan pada musim panas yang terik, menempuh perjalanan jauh serta menghadapi jumlah musuh yang banyak. Kerana itu Rasulullah saw. menjelaskan kepada kaum muslimin tugas berat yang bakal mereka hadapi, agar mereka bersiap-siap dengan sungguh-sungguh menghadapi peperangan tersebut dan Rasulullah saw. memberitahukan sasaran yang dituju. Kaum muslimin di bawah pimpinan Rasulullah saw. ketika itu cukup banyak, tetapi tidak ada suatu daftar yang mencatat nama-nama dan jumlah mereka. Kerana itu, bila sewaktu waktu seseorang ingin menghilang (tidak ikut berperang), hal itu boleh sahaja terjadi. Kerana dia mengira bahawa Rasulullah saw. tidak akan mengetahuinya, selama tidak ada wahyu memberitahu beliau. Rasulullah saw. mengadakan penyerangan dalam peperangan itu dalam musim buah-buahan dan cuaca tidak berawan.
Sebenarnya hati ku lebih condong hendak turut berperang. Rasulullah saw. dan kaum muslimin telah siap-siap hendak berangkat. Aku merancang akan berkemas bersama-sama mereka besok pagi. Setelah aku pulang ternyata aku tidak berbuat apa-apa, sambil berkata dalam hati ku, "Aku sanggup menyelesaikannya nanti." Ternyata hal itu berkelanjutan sedemikian rupa, sedangkan orang banyak sungguh-sungguh telah siap.
Besok Subuh Rasulullah dan kaum muslimin berangkat pagi-pagi sekali, sedangkan aku belum berkemas juga. Kerana itu aku segera pulang hendak berkemas, tetapi sampai di rumah aku tidak berbuat apa-apa, sehingga pasukan berangkat seluruhnya menuju medan perang. Aku bermaksud hendak menyusul mereka, tetapi apa boleh buat yang demikian tidak ditakdirkan Allah bagi ku. Ketika aku mulai berkemas dan keluar hendak menyusul Rasulullah saw. alangkah sedihnya hati ku, kerana tidak seorang jua pun teman yang kelihatan oleh ku kecuali orang-orang munafik atau orang-orang lemah yang telah dimaafkan Allah Ta'ala tidak ikut berperang.
Rasulullah saw. tidak menyebut-nyebut nama ku hingga sampai di Tabuk. Setelah sampai, ketika beliau duduk di tengah-tengah kaum muslimin, barulah beliau menanyakan, "Apa kerja Ka'ab bin Malik?" Seorang lelaki dari Bani Salamah menjawab, "Ya, Rasulullah! Dia terhalang kerana merasa sayang pada selimutnya." Maka berkata Mu'adz bin Jabal, "Jahat sekali ucapan mu itu! Demi Allah, ya Rasulullah! Setahu kami selama ini dia adalah orang baik." Rasulullah saw. diam saja.
Beliau melihat samar-samar bayangan seseorang berpakaian putih lalu hilang ditelan fatamorgana. Maka berkata Rasulullah saw., "Engkau Abu Khaitsamah!" Kiranya dia memang Abu Khitsamah Al Anshari yang pernah bersedekah segantang kurma, lalu diejek oleh orang-orang munafik.
Cerita Ka'ab bin Malik selanjutnya: "Tatkala aku mendengar berita bahawa Rasulullah saw. telah berangkat dari Tabuk hendak pulang ke Madinah, timbullah rasa takut ku kerana kesalahan ku tidak turut berperang. Oleh sebab itu aku berusaha mencari jalan agar aku terhindar dari kemarahan beliau. Lalu aku minta pendapat-pendapat keluarga ku.
Tetapi tatkala aku mendengar bahawa beliau telah tiba, maka hilanglah dari ingatan ku segala fikiran buruk itu. Aku mengerti benar bahawa aku tidak akan terlepas sedikit jua pun dari hukuman, walaupun dengan berbagai alasan. Kerana itu aku bertekad hendak mengaku terus terang atas kesalahan ku. Pagi-pagi waktu Subuh, Rasulullah tiba. Seperti biasa, apabila beliau tiba dari suatu perjalanan, beliau langsung ke masjid lalu solat dua rakaat, kemudian duduk di tengah-tengah orang banyak.
Maka ketika itu datanglah orang-orang yang tidak turut berperang mengemukakan alasan-alasan (uzur) masing-masing kepada beliau dan bersumpah kepadanya. Semuanya berjumlah lebih kurang lapan puluh orang. Rasulullah saw. menerima alasan atau sumpah-sumpah mereka yang nampak nyata dan memohonkan ampun bagi mereka. Sedangkan hal-hal yang tersembunyi atau yang mereka rahsiakan, beliau serahkan kepada Allah Ta'ala.
Kini tibalah giliran ku. Ketika aku memberi salam kepada beliau, beliau menyambut salam ku dengan senyum kecut, senyum kemarahan. Lalu beliau berkata, "Kemari!" Aku datang menghampiri lalu duduk di hadapan beliau. Tanya beliau, "Mengapa kamu tidak turut berperang. Bukankah kamu telah membeli kenderaan?" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Demi Allah, seandainya aku berhadapan dengan orang selain Tuan dari penduduk dunia ini, nescaya aku akan mencari jalan keluar dari kemarahannya dengan berbagai alasan. Tetapi demi Allah! Aku tahu benar, jika aku berdusta kepada Tuan sekarang, mungkin Tuan menerimanya. Tetapi aku sungguh takut Allah akan sangat murka kepada ku. Dan jika aku berkata benar kepada Tuan, tentu Tuan akan marah kepada ku. Namun aku masih dapat mengharapkan kemaafan dari Allah Ta'ala. Demi Allah! Aku tidak mempunyai uzur (alasan) suatu apa jua pun. Bahkan aku belum pernah sesihat dan selapang seperti sekarang ini di mana aku tidak turut berperang bersama-sama Anda."
Sabda Rasulullah saw., "Betul begitu? Nah, pergilah sampai Allah memutuskan perkara mu."
Beberapa orang dari Bani Salamah turut bangkit bersama-sama dengan ku dan mengikuti ku. Kata mereka kepada ku, "Demi Allah! Kami tahu benar bahawa engkau belum pernah salah sekali jua pun sebelum ini. Mengapa engkau tidak minta maaf saja kepada Rasulullah saw. seperti orang-orang lain yang tidak turut berperang itu? Nescaya dosa mu diampun Allah berkat permohonan ampun dari Rasulullah saw. bagi mu."
Kata Ka'ab. "Demi Allah! Mereka selalu menyalahkan ku seperti itu sehingga aku berniat hendak kembali kepada Rasulullah saw. dan menarik pengakuan ku semula." Aku bertanya kepada mereka, "Adakah orang lain yang menerima hukuman seperti aku?" Jawab mereka, "Ada! Iaitu dua orang yang mengaku bersalah seperti engkau, lalu keduanya mendapat putusan seperti yang diputuskan kepada mu." Tanya ku, "Siapa mereka?" Jawab mereka, "Murrah bin Rabi'ah Al 'Amid dan Hilal bin Umaiyah Al Waqifi." Mereka mengatakan kepada ku bahawa mereka berdua adalah orang-orang saleh yang turut dalam peperangan Badar, dan orang-orang yang patut dijadikan teladan.
Setelah mereka menerangkan hal kedua orang itu, aku pun berlalu. Kata Ka'ab, "Rasulullah saw. melarang kaum muslimin bercakap-cakap dengan kami bertiga yang tidak ikut berperang. Kerana itu orang banyak menjauhi (memboikot) kami. Sikap mereka berubah terhadap kami sehingga aku merasa seperti orang asing di negeri yang ku diami, di mana penduduknya aku kenal selama ini. Hukuman seperti itu ku alami selama lima puluh hari. Kedua orang teman yang senasib dengan ku tetap sahaja tinggal di rumah mereka dan menangis selalu. Tetapi aku lebih muda dan lebih kuat dari mereka. Aku tetap keluar seperti biasa, menghadiri solat berjemaah dan pergi ke pasar walau tidak seorang jua pun yang mahu berbicara dengan ku.
Bahkan aku tetap mendatangi Rasulullah saw. dan memberi salam kepada beliau ketika beliau berada dalam majlis taklim sesudah solat. Aku bertanya dalam hati ku, "Adakah beliau menggerakkan bibir beliau untuk menjawab salam ku, atau tidak?" Aku pun solat berdekatan dengan beliau sambil menjeling kepada beliau. Setelah selesai solat beliau menengok kepada ku, tetapi bila aku menoleh kepadanya beliau menolehkan muka dari ku.
Setelah suasana diboikot kaum muslimin seperti itu berjalan agak lama, pada suatu hari aku pergi ke rumah Abu Qatadah, anak pakcik (saudara sepupu) ku, dan orang yang sangat sayang kepada ku. Aku memberi salam kepadanya. Tetapi demi Allah, dia tidak menjawab salam ku. Lalu aku berkata kepadanya, "Ya, Abu Qatadah! Aku bertanya kepada mu, tidak tahukah kamu bahawa aku tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya?" Dia diam saja. Aku tanya lagi, tetapi dia tetap membisu. Lalu ku tanya lagi. Maka jawabnya, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Air mata ku mengalir mendengar jawapannya, lalu aku berpaling dan terus pulang.
Pada suatu hari ketika aku sedang berjalan di pasar, seorang petani penduduk Syam yang sering menjual makanan di Madinah bertanya, "Siapa yang dapat menunjukkan Ka'ab bin Malik kepada ku?" katanya. Orang banyak menunjuk kepada ku. Petani itu mendatangi ku dan memberikan sepucuk surat berasal dari Raja Ghassan. Aku memang pandai membaca dan menulis. Lalu ku baca surat itu, yang isinya antara lain sebagai berikut : "Amma ba'du. Kami mendengar khabar bahawa Anda diboikot oleh teman-teman Anda. Allah tidak akan membuat Anda terhina dalam negeri dan tidak pula tersia-sia. Temuilah kami, nescaya kami akan membantu Anda dengan segala daya dan yang ada pada kami." Selesai membaca surat itu lalu kata ku, "Ini suatu ujian juga!" Maka ku dekat api lalu ku bakar surat itu.
Setelah berlalu empat puluh hari dan wahyu turun kepada Rasulullah saw. maka datanglah seorang utusan beliau kepada ku seraya berkata, "Rasulullah saw. memerintahkan kamu supaya menjauhi isteri mu!" Tanya ku, "Apakah aku harus meceraikannya atau bagaimana?" Jawabnya, "Tidak! Hanya menjauhinya. Kerana itu jangan kamu dekati dia!" Beliau juga mengutus orang kepada kedua teman yang senasib dengan ku, dengan perintah yang sama. Maka ku katakan kepada isteri ku, "Pulanglah kamu ke rumah orang tua mu dan tinggallah bersama mereka sampai Allah memberi keputusan terhadap perkara ku ini."
Kata Ka'ab, "Isteri Hilal bin Umaiyah datang kepada Rasulullah saw. memohon keringanan kepada beliau, katanya : Ya Rasulullah! Hilal bin Umaiyah sudah tua. Dia akan tersia-sia tanpa khadam (pelayan). Apakah Anda keberatan kalau aku menjadi pelayannya?" Jawab beliau, "Tidak mengapa, asal dia tidak mendekati mu." Kata isteri Hilal, "Demi Allah! Dia tidak mempunyai keinginan apa-apa. Bahkan demi Allah, dia selalu menangis sahaja sejak menerima hukuman sampai hari ini." Kerana itu sebahagian keluarga ku menyarankan pula kepada ku, "Seandainya engkau minta izin kepada Rasulullah saw. mengenai isteri mu, mungkin beliau memberi izin kepada mu seperti halnya isteri Hilal bin Umaiyah diberi izin oIeh beliau melayani Hilal." Jawab ku, "Aku tidak akan memintakan izin kepada beliau untuk isteri ku. Aku tidak tahu pasti apakah Rasulullah saw. akan memberi izin atau tidak. Aku masih muda dan sanggup mengurus diri sendiri."
Keadaan membujang seperti itu telah berlalu pula sepuluh hari. Jadi sudah lima puluh hari sejak hari pertama kami mulai diboikot. Kemudian, sesudah aku solat Subuh di atas loteng rumah kami, pagi-pagi sesudah malam yang kelima puluh, ketika aku memikirkan nasib kami sesuai dengan apa yang diperingatkan Allah kepada kami, di mana bumi ini terasa amat sempit dengan segala kelapangan yang ada, tiba-tiba terdengar oleh ku suara memanggil dengan sekuat-kuatnya, "Ya, Ka'ab bin Malik! Gembiralah”.
Aku segera sujud, kerana aku yakin kelapangan telah tiba. Rasulullah saw. telah memberi tahu orang banyak, bahawa Allah swt. telah menerima taubat kami ketika solat Subuh. Kerana itu orang banyak datang mengucapkan selamat kepada ku dan sesudah itu mereka pergi pula kepada kedua orang teman ku. Di antara mereka ada yang berlari dan ada pula yang berkenderaan. Bahkan ada seorang teman dari suku Aslam sengaja menemui ku melalui bukit. Suara-suara mengelu-ngelukan ku lebih cepat sampai ke telinga ku dari kuda mereka. Ketika suara ucapan selamat untuk menggembirakan ku dari orang yang pertama-tama sampai ke telinga ku, dengan spontan ku buka baju ku lalu ku berikan kepadanya kerana sangat gembira. Padahal demi Allah, ketika itu aku tidak mempunyai baju selain baju tersebut, sehingga aku terpaksa meminjam (ketika menghadap Rasulullah saw.)
Aku pergi menghadap Rasulullah saw. Setiap orang yang bertemu dengan ku mengucapkan selamat kerana taubat ku telah diterima Allah swt. Kata mereka, "Bahagialah tuan kerana taubat tuan telah diterima Allah swt."
Aku masuk ke masjid. Ku dapati Rasulullah saw. sedang duduk dikelilingi para sahabat. Thalhah bin 'Ubaidillah segera bangkit dan berlari menyambut ku serta menyalami ku sambil mengucapkan selamat. Demi Allah, tidak ada orang Quraisy yang berdiri selain dia. Kerana itu pula aku tidak melupakan Thalhah.
Setelah aku memberi salam kepada Rasulullah saw., maka dengan muka berseri-seri kerana gembira beliau berkata, "Gembiralah kamu dengan kebaikan yang kamu terima hari ini, yang belum pernah kamu terima sejak kamu lahir." Tanya ku, "Apakah kebaikan itu datang dari Tuan atau dari Allah Ta'ala?" Jawab beliau, "Bahkan dari Allah Ta'ala!" Biasanya apabila Rasulullah saw. gembira, wajah beliau bersinar-sinar bagaikan bulan. Kami tahu benar akan hal itu. Setelah aku duduk di hadapan beliau, aku berkata kepadanya, "Ya, Rasulullah! Kerana taubat ku diterima Allah, maka aku hendak menyedekahkan harta ku kepada Allah dan Rasul-Nya." Jawab Rasulullah saw., "Tahanlah sebahagian harta mu itu. Itulah yang baik!" Jawab ku, "Aku akan menahan harta yang ku peroleh di Khaibar."
Kata ku selanjutnya, "Ya, Rasulullah! Allah telah melepaskan ku kerana berkata benar. Maka untuk kesempurnaan taubat ku, aku tidak akan berkata-kata selamanya melainkan yang benar."
Kata Ka'ab selanjutnya, "Aku tidak tahu seorang muslim yang pernah diuji Allah kerana berkata benar, semenjak aku berkata demikian kepada Rasulullah saw. hingga sekarang. Itulah cubaan terbaik yang dilakukan Allah Ta'ala kepada ku. Demi Allah, aku berjanji tidak akan pernah berdusta. Aku berharap kepada Allah semoga Dia memelihara ku sampai akhir hayat ku.
Maka turunlah ayat-ayat surat Taubah, 9 :117 - 119, sebagai berikut:
(9:117) "Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin, dan orang-orang Ansar yang mengikut Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka."
(9:118), "Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (permintaan taubat mereka) hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu sebenarnya tetap luas, dan jiwa pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahawa tidak ada tempat lari dari (seksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka, agar tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
(9:119). "Hai, orang-orang yang beriman, takwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama-sama orang-orang yang benar."
Cerita Ka'ab selanjutnya, "Demi Allah! Belum pernah aku merasakan nikmat pada diri ku sejak aku masuk Islam yang lebih besar daripada ketika aku berkata benar terhadap Rasulullah saw. Seandainya aku berdusta kepada beliau nescaya celakalah aku seperti orang-orang yang pernah berdusta, sebagai dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala: (9:95) "Kelak mereka akan bersumpah kepada mu dengan nama Allah apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka, kerana sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."
(9: 96) "Mereka akan bersumpah kepada mu, agar kamu redha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu redha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu."
Cerita Ka'ab selanjutnya, "Kami bertiga tertinggal, maksudnya tertinggal bertaubat dari mereka-mereka yang telah diterima taubatnya oleh Rasulullah saw. secara lahir (sedang batinnya terserah kepada Allah swt.), serta dimohonkan ampun oleh beliau kepada Allah Ta'ala. Sedangkan terhadap kami bertiga Rasulullah menangguhkannya hingga datang keputusan Allah swt. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah Ta'ala: Dan tiga orang yang tertinggal (9: 118), bukan tertinggal tidak ikut berperang, tetapi penerimaan taubat kami ditangguhkan."
Dari Ka'ab bin Malik r.a.. dia menceritakan tentang dirinya ketika dia tertinggal (tidak ikut berperang) dari Rasulullah saw. dalam peperangan Tabuk.
Kata Ka'ab bin Malik. "Aku tidak pernah tertinggal dari Rasulullah saw. dalam setiap peperangan yang dipimpin sendiri oleh beliau, kecuali dalam peperangan Tabuk. Selain dari itu, aku memang tertinggal pula dalam peperangan Badar. Tetapi tidak seorang pun dapat disalahkan bila tertinggal ketika itu, kerana Rasulullah saw. pergi dengan maksud hendak memintas kafilah Quraisy. Namun Allah Ta'ala telah menghadapkan mereka dengan musuh tanpa diduga lebih dahulu. Dan aku telah baiat bersama Rasulullah saw. pada malam Aqabah di mana kami telah bersumpah setia untuk Islam. Dan aku tidak suka seandainya malam Bai'at Aqabah itu ditukar dengan perang Badar. Sekalipun Badar lebih terkenal dari Aqabah di kalangan orang banyak.
Cerita mengenai sebabnya aku tertinggal dari Rasulullah saw. dalam perang Tabuk ialah :
"Sesungguhnya aku belum pernah sedikit jua pun merasa diri ku lebih kuat dan lebih senang dari keadaan ku ketika tertinggal dalam peperangan itu. Demi Allah, aku belum pernah menyiapkan dua kenderaan kecuali untuk peperangan itu. Rasulullah saw. merencanakan penyerangan pada musim panas yang terik, menempuh perjalanan jauh serta menghadapi jumlah musuh yang banyak. Kerana itu Rasulullah saw. menjelaskan kepada kaum muslimin tugas berat yang bakal mereka hadapi, agar mereka bersiap-siap dengan sungguh-sungguh menghadapi peperangan tersebut dan Rasulullah saw. memberitahukan sasaran yang dituju. Kaum muslimin di bawah pimpinan Rasulullah saw. ketika itu cukup banyak, tetapi tidak ada suatu daftar yang mencatat nama-nama dan jumlah mereka. Kerana itu, bila sewaktu waktu seseorang ingin menghilang (tidak ikut berperang), hal itu boleh sahaja terjadi. Kerana dia mengira bahawa Rasulullah saw. tidak akan mengetahuinya, selama tidak ada wahyu memberitahu beliau. Rasulullah saw. mengadakan penyerangan dalam peperangan itu dalam musim buah-buahan dan cuaca tidak berawan.
Sebenarnya hati ku lebih condong hendak turut berperang. Rasulullah saw. dan kaum muslimin telah siap-siap hendak berangkat. Aku merancang akan berkemas bersama-sama mereka besok pagi. Setelah aku pulang ternyata aku tidak berbuat apa-apa, sambil berkata dalam hati ku, "Aku sanggup menyelesaikannya nanti." Ternyata hal itu berkelanjutan sedemikian rupa, sedangkan orang banyak sungguh-sungguh telah siap.
Besok Subuh Rasulullah dan kaum muslimin berangkat pagi-pagi sekali, sedangkan aku belum berkemas juga. Kerana itu aku segera pulang hendak berkemas, tetapi sampai di rumah aku tidak berbuat apa-apa, sehingga pasukan berangkat seluruhnya menuju medan perang. Aku bermaksud hendak menyusul mereka, tetapi apa boleh buat yang demikian tidak ditakdirkan Allah bagi ku. Ketika aku mulai berkemas dan keluar hendak menyusul Rasulullah saw. alangkah sedihnya hati ku, kerana tidak seorang jua pun teman yang kelihatan oleh ku kecuali orang-orang munafik atau orang-orang lemah yang telah dimaafkan Allah Ta'ala tidak ikut berperang.
Rasulullah saw. tidak menyebut-nyebut nama ku hingga sampai di Tabuk. Setelah sampai, ketika beliau duduk di tengah-tengah kaum muslimin, barulah beliau menanyakan, "Apa kerja Ka'ab bin Malik?" Seorang lelaki dari Bani Salamah menjawab, "Ya, Rasulullah! Dia terhalang kerana merasa sayang pada selimutnya." Maka berkata Mu'adz bin Jabal, "Jahat sekali ucapan mu itu! Demi Allah, ya Rasulullah! Setahu kami selama ini dia adalah orang baik." Rasulullah saw. diam saja.
Beliau melihat samar-samar bayangan seseorang berpakaian putih lalu hilang ditelan fatamorgana. Maka berkata Rasulullah saw., "Engkau Abu Khaitsamah!" Kiranya dia memang Abu Khitsamah Al Anshari yang pernah bersedekah segantang kurma, lalu diejek oleh orang-orang munafik.
Cerita Ka'ab bin Malik selanjutnya: "Tatkala aku mendengar berita bahawa Rasulullah saw. telah berangkat dari Tabuk hendak pulang ke Madinah, timbullah rasa takut ku kerana kesalahan ku tidak turut berperang. Oleh sebab itu aku berusaha mencari jalan agar aku terhindar dari kemarahan beliau. Lalu aku minta pendapat-pendapat keluarga ku.
Tetapi tatkala aku mendengar bahawa beliau telah tiba, maka hilanglah dari ingatan ku segala fikiran buruk itu. Aku mengerti benar bahawa aku tidak akan terlepas sedikit jua pun dari hukuman, walaupun dengan berbagai alasan. Kerana itu aku bertekad hendak mengaku terus terang atas kesalahan ku. Pagi-pagi waktu Subuh, Rasulullah tiba. Seperti biasa, apabila beliau tiba dari suatu perjalanan, beliau langsung ke masjid lalu solat dua rakaat, kemudian duduk di tengah-tengah orang banyak.
Maka ketika itu datanglah orang-orang yang tidak turut berperang mengemukakan alasan-alasan (uzur) masing-masing kepada beliau dan bersumpah kepadanya. Semuanya berjumlah lebih kurang lapan puluh orang. Rasulullah saw. menerima alasan atau sumpah-sumpah mereka yang nampak nyata dan memohonkan ampun bagi mereka. Sedangkan hal-hal yang tersembunyi atau yang mereka rahsiakan, beliau serahkan kepada Allah Ta'ala.
Kini tibalah giliran ku. Ketika aku memberi salam kepada beliau, beliau menyambut salam ku dengan senyum kecut, senyum kemarahan. Lalu beliau berkata, "Kemari!" Aku datang menghampiri lalu duduk di hadapan beliau. Tanya beliau, "Mengapa kamu tidak turut berperang. Bukankah kamu telah membeli kenderaan?" Jawab ku, "Ya, Rasulullah! Demi Allah, seandainya aku berhadapan dengan orang selain Tuan dari penduduk dunia ini, nescaya aku akan mencari jalan keluar dari kemarahannya dengan berbagai alasan. Tetapi demi Allah! Aku tahu benar, jika aku berdusta kepada Tuan sekarang, mungkin Tuan menerimanya. Tetapi aku sungguh takut Allah akan sangat murka kepada ku. Dan jika aku berkata benar kepada Tuan, tentu Tuan akan marah kepada ku. Namun aku masih dapat mengharapkan kemaafan dari Allah Ta'ala. Demi Allah! Aku tidak mempunyai uzur (alasan) suatu apa jua pun. Bahkan aku belum pernah sesihat dan selapang seperti sekarang ini di mana aku tidak turut berperang bersama-sama Anda."
Sabda Rasulullah saw., "Betul begitu? Nah, pergilah sampai Allah memutuskan perkara mu."
Beberapa orang dari Bani Salamah turut bangkit bersama-sama dengan ku dan mengikuti ku. Kata mereka kepada ku, "Demi Allah! Kami tahu benar bahawa engkau belum pernah salah sekali jua pun sebelum ini. Mengapa engkau tidak minta maaf saja kepada Rasulullah saw. seperti orang-orang lain yang tidak turut berperang itu? Nescaya dosa mu diampun Allah berkat permohonan ampun dari Rasulullah saw. bagi mu."
Kata Ka'ab. "Demi Allah! Mereka selalu menyalahkan ku seperti itu sehingga aku berniat hendak kembali kepada Rasulullah saw. dan menarik pengakuan ku semula." Aku bertanya kepada mereka, "Adakah orang lain yang menerima hukuman seperti aku?" Jawab mereka, "Ada! Iaitu dua orang yang mengaku bersalah seperti engkau, lalu keduanya mendapat putusan seperti yang diputuskan kepada mu." Tanya ku, "Siapa mereka?" Jawab mereka, "Murrah bin Rabi'ah Al 'Amid dan Hilal bin Umaiyah Al Waqifi." Mereka mengatakan kepada ku bahawa mereka berdua adalah orang-orang saleh yang turut dalam peperangan Badar, dan orang-orang yang patut dijadikan teladan.
Setelah mereka menerangkan hal kedua orang itu, aku pun berlalu. Kata Ka'ab, "Rasulullah saw. melarang kaum muslimin bercakap-cakap dengan kami bertiga yang tidak ikut berperang. Kerana itu orang banyak menjauhi (memboikot) kami. Sikap mereka berubah terhadap kami sehingga aku merasa seperti orang asing di negeri yang ku diami, di mana penduduknya aku kenal selama ini. Hukuman seperti itu ku alami selama lima puluh hari. Kedua orang teman yang senasib dengan ku tetap sahaja tinggal di rumah mereka dan menangis selalu. Tetapi aku lebih muda dan lebih kuat dari mereka. Aku tetap keluar seperti biasa, menghadiri solat berjemaah dan pergi ke pasar walau tidak seorang jua pun yang mahu berbicara dengan ku.
Bahkan aku tetap mendatangi Rasulullah saw. dan memberi salam kepada beliau ketika beliau berada dalam majlis taklim sesudah solat. Aku bertanya dalam hati ku, "Adakah beliau menggerakkan bibir beliau untuk menjawab salam ku, atau tidak?" Aku pun solat berdekatan dengan beliau sambil menjeling kepada beliau. Setelah selesai solat beliau menengok kepada ku, tetapi bila aku menoleh kepadanya beliau menolehkan muka dari ku.
Setelah suasana diboikot kaum muslimin seperti itu berjalan agak lama, pada suatu hari aku pergi ke rumah Abu Qatadah, anak pakcik (saudara sepupu) ku, dan orang yang sangat sayang kepada ku. Aku memberi salam kepadanya. Tetapi demi Allah, dia tidak menjawab salam ku. Lalu aku berkata kepadanya, "Ya, Abu Qatadah! Aku bertanya kepada mu, tidak tahukah kamu bahawa aku tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya?" Dia diam saja. Aku tanya lagi, tetapi dia tetap membisu. Lalu ku tanya lagi. Maka jawabnya, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Air mata ku mengalir mendengar jawapannya, lalu aku berpaling dan terus pulang.
Pada suatu hari ketika aku sedang berjalan di pasar, seorang petani penduduk Syam yang sering menjual makanan di Madinah bertanya, "Siapa yang dapat menunjukkan Ka'ab bin Malik kepada ku?" katanya. Orang banyak menunjuk kepada ku. Petani itu mendatangi ku dan memberikan sepucuk surat berasal dari Raja Ghassan. Aku memang pandai membaca dan menulis. Lalu ku baca surat itu, yang isinya antara lain sebagai berikut : "Amma ba'du. Kami mendengar khabar bahawa Anda diboikot oleh teman-teman Anda. Allah tidak akan membuat Anda terhina dalam negeri dan tidak pula tersia-sia. Temuilah kami, nescaya kami akan membantu Anda dengan segala daya dan yang ada pada kami." Selesai membaca surat itu lalu kata ku, "Ini suatu ujian juga!" Maka ku dekat api lalu ku bakar surat itu.
Setelah berlalu empat puluh hari dan wahyu turun kepada Rasulullah saw. maka datanglah seorang utusan beliau kepada ku seraya berkata, "Rasulullah saw. memerintahkan kamu supaya menjauhi isteri mu!" Tanya ku, "Apakah aku harus meceraikannya atau bagaimana?" Jawabnya, "Tidak! Hanya menjauhinya. Kerana itu jangan kamu dekati dia!" Beliau juga mengutus orang kepada kedua teman yang senasib dengan ku, dengan perintah yang sama. Maka ku katakan kepada isteri ku, "Pulanglah kamu ke rumah orang tua mu dan tinggallah bersama mereka sampai Allah memberi keputusan terhadap perkara ku ini."
Kata Ka'ab, "Isteri Hilal bin Umaiyah datang kepada Rasulullah saw. memohon keringanan kepada beliau, katanya : Ya Rasulullah! Hilal bin Umaiyah sudah tua. Dia akan tersia-sia tanpa khadam (pelayan). Apakah Anda keberatan kalau aku menjadi pelayannya?" Jawab beliau, "Tidak mengapa, asal dia tidak mendekati mu." Kata isteri Hilal, "Demi Allah! Dia tidak mempunyai keinginan apa-apa. Bahkan demi Allah, dia selalu menangis sahaja sejak menerima hukuman sampai hari ini." Kerana itu sebahagian keluarga ku menyarankan pula kepada ku, "Seandainya engkau minta izin kepada Rasulullah saw. mengenai isteri mu, mungkin beliau memberi izin kepada mu seperti halnya isteri Hilal bin Umaiyah diberi izin oIeh beliau melayani Hilal." Jawab ku, "Aku tidak akan memintakan izin kepada beliau untuk isteri ku. Aku tidak tahu pasti apakah Rasulullah saw. akan memberi izin atau tidak. Aku masih muda dan sanggup mengurus diri sendiri."
Keadaan membujang seperti itu telah berlalu pula sepuluh hari. Jadi sudah lima puluh hari sejak hari pertama kami mulai diboikot. Kemudian, sesudah aku solat Subuh di atas loteng rumah kami, pagi-pagi sesudah malam yang kelima puluh, ketika aku memikirkan nasib kami sesuai dengan apa yang diperingatkan Allah kepada kami, di mana bumi ini terasa amat sempit dengan segala kelapangan yang ada, tiba-tiba terdengar oleh ku suara memanggil dengan sekuat-kuatnya, "Ya, Ka'ab bin Malik! Gembiralah”.
Aku segera sujud, kerana aku yakin kelapangan telah tiba. Rasulullah saw. telah memberi tahu orang banyak, bahawa Allah swt. telah menerima taubat kami ketika solat Subuh. Kerana itu orang banyak datang mengucapkan selamat kepada ku dan sesudah itu mereka pergi pula kepada kedua orang teman ku. Di antara mereka ada yang berlari dan ada pula yang berkenderaan. Bahkan ada seorang teman dari suku Aslam sengaja menemui ku melalui bukit. Suara-suara mengelu-ngelukan ku lebih cepat sampai ke telinga ku dari kuda mereka. Ketika suara ucapan selamat untuk menggembirakan ku dari orang yang pertama-tama sampai ke telinga ku, dengan spontan ku buka baju ku lalu ku berikan kepadanya kerana sangat gembira. Padahal demi Allah, ketika itu aku tidak mempunyai baju selain baju tersebut, sehingga aku terpaksa meminjam (ketika menghadap Rasulullah saw.)
Aku pergi menghadap Rasulullah saw. Setiap orang yang bertemu dengan ku mengucapkan selamat kerana taubat ku telah diterima Allah swt. Kata mereka, "Bahagialah tuan kerana taubat tuan telah diterima Allah swt."
Aku masuk ke masjid. Ku dapati Rasulullah saw. sedang duduk dikelilingi para sahabat. Thalhah bin 'Ubaidillah segera bangkit dan berlari menyambut ku serta menyalami ku sambil mengucapkan selamat. Demi Allah, tidak ada orang Quraisy yang berdiri selain dia. Kerana itu pula aku tidak melupakan Thalhah.
Setelah aku memberi salam kepada Rasulullah saw., maka dengan muka berseri-seri kerana gembira beliau berkata, "Gembiralah kamu dengan kebaikan yang kamu terima hari ini, yang belum pernah kamu terima sejak kamu lahir." Tanya ku, "Apakah kebaikan itu datang dari Tuan atau dari Allah Ta'ala?" Jawab beliau, "Bahkan dari Allah Ta'ala!" Biasanya apabila Rasulullah saw. gembira, wajah beliau bersinar-sinar bagaikan bulan. Kami tahu benar akan hal itu. Setelah aku duduk di hadapan beliau, aku berkata kepadanya, "Ya, Rasulullah! Kerana taubat ku diterima Allah, maka aku hendak menyedekahkan harta ku kepada Allah dan Rasul-Nya." Jawab Rasulullah saw., "Tahanlah sebahagian harta mu itu. Itulah yang baik!" Jawab ku, "Aku akan menahan harta yang ku peroleh di Khaibar."
Kata ku selanjutnya, "Ya, Rasulullah! Allah telah melepaskan ku kerana berkata benar. Maka untuk kesempurnaan taubat ku, aku tidak akan berkata-kata selamanya melainkan yang benar."
Kata Ka'ab selanjutnya, "Aku tidak tahu seorang muslim yang pernah diuji Allah kerana berkata benar, semenjak aku berkata demikian kepada Rasulullah saw. hingga sekarang. Itulah cubaan terbaik yang dilakukan Allah Ta'ala kepada ku. Demi Allah, aku berjanji tidak akan pernah berdusta. Aku berharap kepada Allah semoga Dia memelihara ku sampai akhir hayat ku.
Maka turunlah ayat-ayat surat Taubah, 9 :117 - 119, sebagai berikut:
(9:117) "Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin, dan orang-orang Ansar yang mengikut Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka."
(9:118), "Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (permintaan taubat mereka) hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu sebenarnya tetap luas, dan jiwa pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahawa tidak ada tempat lari dari (seksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka, agar tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
(9:119). "Hai, orang-orang yang beriman, takwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama-sama orang-orang yang benar."
Cerita Ka'ab selanjutnya, "Demi Allah! Belum pernah aku merasakan nikmat pada diri ku sejak aku masuk Islam yang lebih besar daripada ketika aku berkata benar terhadap Rasulullah saw. Seandainya aku berdusta kepada beliau nescaya celakalah aku seperti orang-orang yang pernah berdusta, sebagai dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala: (9:95) "Kelak mereka akan bersumpah kepada mu dengan nama Allah apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka, kerana sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan."
(9: 96) "Mereka akan bersumpah kepada mu, agar kamu redha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu redha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu."
Cerita Ka'ab selanjutnya, "Kami bertiga tertinggal, maksudnya tertinggal bertaubat dari mereka-mereka yang telah diterima taubatnya oleh Rasulullah saw. secara lahir (sedang batinnya terserah kepada Allah swt.), serta dimohonkan ampun oleh beliau kepada Allah Ta'ala. Sedangkan terhadap kami bertiga Rasulullah menangguhkannya hingga datang keputusan Allah swt. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah Ta'ala: Dan tiga orang yang tertinggal (9: 118), bukan tertinggal tidak ikut berperang, tetapi penerimaan taubat kami ditangguhkan."
Monday, June 12, 2017
So Be In Awe Of Allah; And Allah Teaches You.
Al Baqarah (2:282). So be in awe of Allah; and Allah teaches you.
Awe – Sangat takut gerun tapi sangat kasih, terpesona, kagum, sanjung, puja, sembah …
Sewaktu belum mencapai awe (takut dan kasih yang bersangatan),
Namun ada ingat dan ta’at kepada Allah;
Allah izinkan mencapai IlmNya melalui utusanNya sekadar kasih dan takutnya terhadap Allah.
Sewaktu tiada takut, tiada kasih, tiada ingat, tiada ta’at terhadap Allah swt;
Allah izinkan mencapai IlmNya melalui mana2 musuhNya sekadar berani dan tak kishnya terhadap Allah swt.
Apabila mencapai awe yang sewajarnya, Allah swt ajarkan IlmNya melalui satu daripada, atau ketiga2 saluran:
1) Ilham atau khitab atau wahyu
2) Dari balik tabir / hijab / dinding
3) Melalui utusanNya.
Asy-Syuro (42:51). وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّـهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ
Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.
(2:282). وَٱتَّقُواْ ٱللَّـهَۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّـهُۗ
(2:282). Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu;
Iaitu, sewaktu taqwanya (awe nya) menyerupai awe yang di dalam dada S. Abu Bakar r.a. dan pewaris2 Rasulullah saw yg lain2 (sekadar peringkat yang Allah swt kehendaki), Allah swt akan mengajarkan ilmuNya terus tanpa perantara sebagaimana Allah swt mengajari Khidhir a.s.
(18:65) فَوَجَدَا عَبۡدٗا مِّنۡ عِبَادِنَآ ءَاتَيۡنَـٰهُ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا وَعَلَّمۡنَـٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلۡمٗا
(18:65) Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
Friday, June 9, 2017
ALLAH SWT HAS NOT PLACED TWO HEARTS INSIDE ANY MAN>
ALLAH TIDAK MENCIPTAKAN DUA QALBU DALAM RONGGA ANAK ADAM
Al Ahzab (33:4). مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ
Allah swt has not placed two hearts inside any man…
Sahl Al Tustari said: The one who has directed himself to Allah swt, Mighty and Majestic is He, and is intent upon (qaṣdan) [Him], [does not] avert his gaze (iltifāt) [from Him]. For whoever pays attention to anything other than Allah swt is not truly intent upon his Lord. Indeed Allah swt, Exalted is He, says, Allah swt has not placed two hearts inside any man…
It has been said: [That is, he does not have] one heart (qalb) with which he approaches Allah swt, and another heart with which he manages the affairs of this world.
[On the other hand], the intellect (ʿaql) does have two natures (ṭabʿān): a nature which is orientated towards this world, and a nature which is orientated towards the Hereafter. The nature which is orientated to the Hereafter is in coalition (mūʾtalif) with the spiritual self (nafs al-rūḥ), whereas [the intellect’s] worldly-orientated nature is in coalition with the lustful self (nafs shahwāniyya).
It was due to this that the Prophet [prayed], ‘Do not leave me to myself for the blinking of an eye.’
For truly the servant, as long as he is occupied with Allah swt, will be veiled from himself, and as long as he is occupied with himself will be veiled from Allah swt, Mighty and Majestic is He.
====== *** =====
Al Ahzab (33:4) Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya;
Sahl Al Tustari berkata:
Seseorang yang telah putus tekadnya berkiblatkan hanya kepada Allah swt, dan ke'asyiqan qasadnya kepadaNya (qasdan) itu, tidak mengkalihkan hadhir mengadap dan memandang hatinya (iltifāt) dariNya sedikitpon; (kerana seseorang yang mengkalihkan hadhir hatinya kepada selain Dia swt, belum sebenarnya "iltifat" terhadap Tuhannya); maka itu Allah swt berfirman, "Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya".
Iaitu:
Ia tidak mempunyai satu hati yang dengannya ia mendekati Allah swt, dan satu hati lain yang dengannya ia mengurus percintaannya dengan dunia.
Begitu juga ‘aqal. Ia tidak mempunyai dua wajah (ṭabʿān)… yang menghadap ke akhirat dan kedunia pada masa yang sama …. (kerana adalah mustahil si makhluk itu menloeh ke kiri dan ke kanan pada masa yang sama)
Wajah ('aqal) yang menghadap ke akhirat berpasangan (Allah pasangkan) dengan diri2 keruhanian (nafs al-ruh); manakala wajah (akal) yang menghadap ke dunia berpasangan (Allah pasangkan) dengan diri2 syahwat (nafs syahwaniyyah).
Kerana inilah Rasulullah saw (mengajarkan) berdoa, “ Dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diri ku walau sekelip mata pon."
Sebenarnyalah, si hamba itu, selagi ia (hatinya) disibukkan beserta Allah swt (ma’aAllah), ia akan terhijab dari dirinya. Sebaliknya jika ia tersibuk dengan dirinya (nafs rendahnya), ia terhijab dari Allah swt.
Al Ahzab (33:4). مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ
Allah swt has not placed two hearts inside any man…
Sahl Al Tustari said: The one who has directed himself to Allah swt, Mighty and Majestic is He, and is intent upon (qaṣdan) [Him], [does not] avert his gaze (iltifāt) [from Him]. For whoever pays attention to anything other than Allah swt is not truly intent upon his Lord. Indeed Allah swt, Exalted is He, says, Allah swt has not placed two hearts inside any man…
It has been said: [That is, he does not have] one heart (qalb) with which he approaches Allah swt, and another heart with which he manages the affairs of this world.
[On the other hand], the intellect (ʿaql) does have two natures (ṭabʿān): a nature which is orientated towards this world, and a nature which is orientated towards the Hereafter. The nature which is orientated to the Hereafter is in coalition (mūʾtalif) with the spiritual self (nafs al-rūḥ), whereas [the intellect’s] worldly-orientated nature is in coalition with the lustful self (nafs shahwāniyya).
It was due to this that the Prophet [prayed], ‘Do not leave me to myself for the blinking of an eye.’
For truly the servant, as long as he is occupied with Allah swt, will be veiled from himself, and as long as he is occupied with himself will be veiled from Allah swt, Mighty and Majestic is He.
====== *** =====
Al Ahzab (33:4) Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya;
Sahl Al Tustari berkata:
Seseorang yang telah putus tekadnya berkiblatkan hanya kepada Allah swt, dan ke'asyiqan qasadnya kepadaNya (qasdan) itu, tidak mengkalihkan hadhir mengadap dan memandang hatinya (iltifāt) dariNya sedikitpon; (kerana seseorang yang mengkalihkan hadhir hatinya kepada selain Dia swt, belum sebenarnya "iltifat" terhadap Tuhannya); maka itu Allah swt berfirman, "Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya".
Iaitu:
Ia tidak mempunyai satu hati yang dengannya ia mendekati Allah swt, dan satu hati lain yang dengannya ia mengurus percintaannya dengan dunia.
Begitu juga ‘aqal. Ia tidak mempunyai dua wajah (ṭabʿān)… yang menghadap ke akhirat dan kedunia pada masa yang sama …. (kerana adalah mustahil si makhluk itu menloeh ke kiri dan ke kanan pada masa yang sama)
Wajah ('aqal) yang menghadap ke akhirat berpasangan (Allah pasangkan) dengan diri2 keruhanian (nafs al-ruh); manakala wajah (akal) yang menghadap ke dunia berpasangan (Allah pasangkan) dengan diri2 syahwat (nafs syahwaniyyah).
Kerana inilah Rasulullah saw (mengajarkan) berdoa, “ Dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diri ku walau sekelip mata pon."
Sebenarnyalah, si hamba itu, selagi ia (hatinya) disibukkan beserta Allah swt (ma’aAllah), ia akan terhijab dari dirinya. Sebaliknya jika ia tersibuk dengan dirinya (nafs rendahnya), ia terhijab dari Allah swt.
Labels:
Al Ahzab (33:4),
Allah,
Hati,
Hearts Tustari,
Menciptakan,
Qalbu
Thursday, May 9, 2013
Pisau Mentimun Dah Di Tangan. Apa Lagi!
Pisau Mentimun Dah Di Tangan. Apa Lagi.
DAP has conned the Chinese out of the Govt.
So?
Tepok dada tanya selera?
Cadangan Gopal Raj Kumar
di http://takemon.wordpress.com/2013/05/08/perkasa-power-behind-the-throne/
agak menyelerakan.
Potong tebal, teballah timun tu.
Hiris nipis, nipislah.
Ajar sikit kaum tamak ni
Apabila sengaja menyalah taksir kelembutan budi bahasa Melayu.
Kata pantun Melayu;
Arang semak rempah ragi,
Masam jinjang buah kepayang;
Orang tamak selalu rugi,
Macam anjing dengan bayang.
DAP sudah menghina kaum sendiri.
Layakkah kaum ini diajak makan se hidangan lagi?
Najib. Take off the valvet glove and expose what's inside..
If you have one that is.
DAP has conned the Chinese out of the Govt.
So?
Tepok dada tanya selera?
Cadangan Gopal Raj Kumar
di http://takemon.wordpress.com/2013/05/08/perkasa-power-behind-the-throne/
agak menyelerakan.
Potong tebal, teballah timun tu.
Hiris nipis, nipislah.
Ajar sikit kaum tamak ni
Apabila sengaja menyalah taksir kelembutan budi bahasa Melayu.
Kata pantun Melayu;
Arang semak rempah ragi,
Masam jinjang buah kepayang;
Orang tamak selalu rugi,
Macam anjing dengan bayang.
DAP sudah menghina kaum sendiri.
Layakkah kaum ini diajak makan se hidangan lagi?
Najib. Take off the valvet glove and expose what's inside..
If you have one that is.
Thursday, January 10, 2013
SYIRIK!
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ (Q, Ash-Shura 42:11)
Tidak ada yang sebanding denganNya sesuatu pun.
Langsung tidak ada sesuatu pun yang semithal denganNya.
Zat yang bernama Allah itu لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ .
Orang Islam yang mensebandingan sesuatu dengan Allah telah melakukan syirik.
Orang itu mensekutukan Allah.
Orang itu syirik.
Kufur.
Orang yang membolehkan, setuju, menyokong, mengangkat atau mendaulatkan orang kafir menyamakan selain Allah dengan Allah telah melakukan syirik terhadap Allah.
Dia telah menyekutukan Allah.
Orang yang setuju, menyokong, mengangkat atau mendaulatkan orang ini pun syirik sama, kerana dia bersekutu dengan orang yang menyekutukan Allah.
Kita berlindung dengan Allah dari yang demikian.
Tuesday, April 26, 2011
Melayu Dalam Darurat.
Masih mahu mengharapkan Cina balik ke BN? - balik ke MCA?, GERAKAN?, SNAP?, SUPP?.
Di semua PRK sejak tragegy 2008 hingga PRNegeri Serawak, samada di kawasan Cina atau Melayu, Cina menyatakan hasrat mahu berpisah dari Melayu ... mahu bersendirian ... bersendirian dalam sistem pendidikan ... bersendirian dalam kehidupan urban ... bersendirian mendirikan kuasa ... setelah berjaya bersendirian kuasa di Temasik dan Pulau Pinang ...
Orang Cina bersendirian menguasai kekayaan Bumi Melayu ... dan sekarang mahu bersendirian menguasai kuasa, menguasai orang Melayu.
Sejak nenek moyang mereka menjejaki Bumi Melayu, mereka tidak pernah perlu kepada orang Melayu.
Mereka telah berpatah arang, telah berkerat rotan, tak akan bercantum lagi dengan BN.
Hanya orang Melayu (dalam UMNO, PAS, PKR yang perlu kepada orang Cina) mengangkat wakil mereka mewakili Melayu melalui pemilihan di kawasan selamat kepunyaan Melayu.
Mereka tidak pernah mewakili Melayu. Apa mereka perjuangkan semata-mata kepentingan kaum mereka sahaja.
Melayu tidak perlu mengemis lagi. Tidak perlu lembik .. tidak perlu pujuk orang tidak merajuk ... tidak perlu umpan mereka dengan ringgit, tanah atau kesetiakawanan atau kuasa. Mereka sedang telan umpan, telan joran, telan pemancing dan akhirnya akan telan perahu-perahunya sekali.
Mereka telah bersatu dan telah mengorak seribu langkah. Kita telah kehilangan bukit, lurah dan sawah. Gara-gara segelintir Melayu murah tidak bermaruah yang rela jadi baruah.
Melayu tiada pilihan melainkan bersatu. Di sana ada gerombolan-gerombolan Melayu yang sanggup mati mempertahankan maruah dari hidup menjadi baruah. Carilah, dengarlah dan ikutlah mereka.
Suara Melayu yang mencemoh hasrat Melayu mahu bersatu, itu suara Melayu b****h tidak b**m****h.
Ancaman kominis dapat dipatahkan, timbul kini ancaman DAP terhadap agama, bangsa dan negara.
Di semua PRK sejak tragegy 2008 hingga PRNegeri Serawak, samada di kawasan Cina atau Melayu, Cina menyatakan hasrat mahu berpisah dari Melayu ... mahu bersendirian ... bersendirian dalam sistem pendidikan ... bersendirian dalam kehidupan urban ... bersendirian mendirikan kuasa ... setelah berjaya bersendirian kuasa di Temasik dan Pulau Pinang ...
Orang Cina bersendirian menguasai kekayaan Bumi Melayu ... dan sekarang mahu bersendirian menguasai kuasa, menguasai orang Melayu.
Sejak nenek moyang mereka menjejaki Bumi Melayu, mereka tidak pernah perlu kepada orang Melayu.
Mereka telah berpatah arang, telah berkerat rotan, tak akan bercantum lagi dengan BN.
Hanya orang Melayu (dalam UMNO, PAS, PKR yang perlu kepada orang Cina) mengangkat wakil mereka mewakili Melayu melalui pemilihan di kawasan selamat kepunyaan Melayu.
Mereka tidak pernah mewakili Melayu. Apa mereka perjuangkan semata-mata kepentingan kaum mereka sahaja.
Melayu tidak perlu mengemis lagi. Tidak perlu lembik .. tidak perlu pujuk orang tidak merajuk ... tidak perlu umpan mereka dengan ringgit, tanah atau kesetiakawanan atau kuasa. Mereka sedang telan umpan, telan joran, telan pemancing dan akhirnya akan telan perahu-perahunya sekali.
Mereka telah bersatu dan telah mengorak seribu langkah. Kita telah kehilangan bukit, lurah dan sawah. Gara-gara segelintir Melayu murah tidak bermaruah yang rela jadi baruah.
Melayu tiada pilihan melainkan bersatu. Di sana ada gerombolan-gerombolan Melayu yang sanggup mati mempertahankan maruah dari hidup menjadi baruah. Carilah, dengarlah dan ikutlah mereka.
Suara Melayu yang mencemoh hasrat Melayu mahu bersatu, itu suara Melayu b****h tidak b**m****h.
Ancaman kominis dapat dipatahkan, timbul kini ancaman DAP terhadap agama, bangsa dan negara.
Wednesday, April 6, 2011
Apa Pilihan???
PAS wajib memilih, DAP atau PKR sebagai pentas menumpang memperjuang agama, bangsa atau negaranya.
Ahli PKR pula wajib memilih, Penasihat atau Presidennya, sebagai paksi partinya yang sudah menjadi bubur itu.
Tetapi hakikatnya, ahli PKR atau PAS tidak mempunyai apa pun yang hendak dipilih.
Boleh memilih kalau ada benda yang hendak dipilih atau kalau ada pilihan.
Kedua-duanya bukan serpihan kaca pilihan pun. Kesemuanya tidak membawa manfaat kepada dirinya, apatah lagi kepada orang lain.
Hanya PKR berminat menyimpan serpihan kaca pilhan. Hanya PAS membela DAP-jockey-bajingan ... kerana hanya itulah harta dunia akhiratnya.
Walau langit gugur berketul-ketul pun, DAP akan tetap tonjolkan kaca berjenama anuar itu sebagai sesuatu rare comodity yang paling pilihan ... demi menyembunyikan agenda anti-Melayunya, anti-Raja-Raja Melayunya dan anti-Islamnya.
Ahli PKR pula wajib memilih, Penasihat atau Presidennya, sebagai paksi partinya yang sudah menjadi bubur itu.
Tetapi hakikatnya, ahli PKR atau PAS tidak mempunyai apa pun yang hendak dipilih.
Boleh memilih kalau ada benda yang hendak dipilih atau kalau ada pilihan.
Kedua-duanya bukan serpihan kaca pilihan pun. Kesemuanya tidak membawa manfaat kepada dirinya, apatah lagi kepada orang lain.
Hanya PKR berminat menyimpan serpihan kaca pilhan. Hanya PAS membela DAP-jockey-bajingan ... kerana hanya itulah harta dunia akhiratnya.
Walau langit gugur berketul-ketul pun, DAP akan tetap tonjolkan kaca berjenama anuar itu sebagai sesuatu rare comodity yang paling pilihan ... demi menyembunyikan agenda anti-Melayunya, anti-Raja-Raja Melayunya dan anti-Islamnya.
Labels:
DAP.
Tuesday, April 5, 2011
Pakar Ilusi Dah Kantoi.
The tight-rope artist Anwar has finally crashed.
Tupai jantan jatuh juga ke tanah akhirnya ... berkat doa sekutunya PAS.
PKR dah jadi bubur, penasihatnya dah rentong, kata orang.
Tak guna tibai tupai rentong, tanam sahaja lagi, kata yang seorang.
Udah udahlah itu kata seorang lain.
Tibai-tubi setan sekok lagi pulak
Penggonggong issue "Allah" dan bible Melayu - DAP.
Tiada kekecuhan - kecil atau besar - yang tidak berpunca - secara langsung atau tidak langsung - dari DAP.
Tiada musuh - selain setan - melainkan DAP.
Allahumma, ingat akan mereka sebagaimana mereka ingat akan kami.
Tupai jantan jatuh juga ke tanah akhirnya ... berkat doa sekutunya PAS.
PKR dah jadi bubur, penasihatnya dah rentong, kata orang.
Tak guna tibai tupai rentong, tanam sahaja lagi, kata yang seorang.
Udah udahlah itu kata seorang lain.
Tibai-tubi setan sekok lagi pulak
Penggonggong issue "Allah" dan bible Melayu - DAP.
Tiada kekecuhan - kecil atau besar - yang tidak berpunca - secara langsung atau tidak langsung - dari DAP.
Tiada musuh - selain setan - melainkan DAP.
Allahumma, ingat akan mereka sebagaimana mereka ingat akan kami.
Monday, April 4, 2011
Tangan. Lidah. Hati.
Anak-anak ... cucu-cucu ....
Bangun ... Bangun ... Bangun
Kerajaan Islam yang kalian pilih
Tidak lagi melindungi agama mu
Dalam kelam malam ... kelmarin
Dibukanya sudah pintu gerbang utama
Dilepaskannya masuk 5100 musuh
Diperersenjatainya pula ... pedang bersalut kalimah "allah"
Bingkas .... perangi kemunkaran dengan tangan mu ... jika berkuasa
Bangkit .... palu dengan lidah mu ... jika bermaya
Bangun .... tolak dengan hati mu ... jika lumpuh
Kerana kerajaan mu telah mengkhianati mu.
Ya Allah ... ingatlah mereka sebagaimana mereka ingat kami.
Bangun ... Bangun ... Bangun
Kerajaan Islam yang kalian pilih
Tidak lagi melindungi agama mu
Dalam kelam malam ... kelmarin
Dibukanya sudah pintu gerbang utama
Dilepaskannya masuk 5100 musuh
Diperersenjatainya pula ... pedang bersalut kalimah "allah"
Bingkas .... perangi kemunkaran dengan tangan mu ... jika berkuasa
Bangkit .... palu dengan lidah mu ... jika bermaya
Bangun .... tolak dengan hati mu ... jika lumpuh
Kerana kerajaan mu telah mengkhianati mu.
Ya Allah ... ingatlah mereka sebagaimana mereka ingat kami.
Sunday, April 3, 2011
What Next Mr PM?
A hadith - Bada al islam ghariban wa sa' ya'udu ghariban.
Islam began in a stage of a fugitive - and will return to a state of a fugitive.
Now is come of that age, in which Islam (not part-time Islam but the Islam of the era of Muhammad saw.) is in a stage of a fugitive in a globalised political order, in a globalised economical ragime, and in a globalised culture or way of life. It is made to look strange and out of place.
Islamic modernism is an attempt to subject Islam to a progressive reinterpretation so as to forcefully fit it in into the modern world; so that Islam is made to look like a round peg in a square hole; so that DAP can bring his own lard-coated satay to sit down and have breakfast with Islam; so that all will perceptually look right for the Vartican to name Allah its god; so that it is all right for Pakiam to read his Melayu Bible from the mimbar of the masjid during the khutbah Jumaat.
Di pentas dunia, a strange mazhab of American Islam is emerging; a strange mazhab called wahhabiah Islam emerging from Saudi Arabia. Locally, when Najib let loose the Malay bible into Singapore's hinterland, our very own Tanah Melayu, a strange version of Islam called Najibiah Islam will emerge. Najib not only has libralised everything that is Malay, he has also libralised Islam.
What next Mr PM?
Islam began in a stage of a fugitive - and will return to a state of a fugitive.
Now is come of that age, in which Islam (not part-time Islam but the Islam of the era of Muhammad saw.) is in a stage of a fugitive in a globalised political order, in a globalised economical ragime, and in a globalised culture or way of life. It is made to look strange and out of place.
Islamic modernism is an attempt to subject Islam to a progressive reinterpretation so as to forcefully fit it in into the modern world; so that Islam is made to look like a round peg in a square hole; so that DAP can bring his own lard-coated satay to sit down and have breakfast with Islam; so that all will perceptually look right for the Vartican to name Allah its god; so that it is all right for Pakiam to read his Melayu Bible from the mimbar of the masjid during the khutbah Jumaat.
Di pentas dunia, a strange mazhab of American Islam is emerging; a strange mazhab called wahhabiah Islam emerging from Saudi Arabia. Locally, when Najib let loose the Malay bible into Singapore's hinterland, our very own Tanah Melayu, a strange version of Islam called Najibiah Islam will emerge. Najib not only has libralised everything that is Malay, he has also libralised Islam.
What next Mr PM?
Monday, March 21, 2011
The King Must Be Protected.
The true king of any civilizations is the yet to be born. This king of the Malay world writes a note to Nik Aziz and Anwar.
It reads:-
Salam Alaykum Nik Aziz, Anwar;
If you have not done what you have done, we might have chosen you.
You have prepared well to use any means necessary that you claim will protect and keep us safe, but in reality you are dismantling the Malay World in order to build your warped idea of the Malaysian World. If this is what you called being human, together with DAP setting out to wage war while claiming to create peace, then your king has no future. For this opens the way for DAP to insinuate the destructive concept of Malaysian Malaysia or Ketuanan Rakyat or Middle Malaysia. No. Every time PKR scream "Ketuanan Rakyat" he is DAP's organ in badmouthing the Malay World.
The trickery of DAP, the porny adventures of Soi Lek and the pathetic gullibility of Nik Aziz, hiding behind his ulamakness, will sooner than later cause the destruction of Bangsa Melayu. When PR initiate its steps to "unite" Malaysians through its Malaysian Malaysia or Ketuanan Rakyat, it was never planned based on discussion despite its claim to be so. It was / is based on its mentor minister's and warmongers' philosophy, "wage war to create peace". To be most effective, this war must be waged on Malay battleground. When padang jarak padang tekukur is created, its on Malay grounds and among Malay environment. They lose nothing and everything to gain. The aggressor then will "retreat" with a cup of Malay blood, to come back at a convenient future date. Distrust, ill will and resentment fades fairly quickly, especially when the losers are of the breed that readily forgive and forget.
PR has eyes overflowing with greed, hatred and black fire that lusts for revenge and blood - Bumiputera blood. PR is but a concoction of babbling vile man-god. It cannot be taken seriously. It surrounds itself with myths. And thus, to take anything away from " the breed that readily forgives and forgets" is just like taking away candy from a baby.
They will never protect the king. Never let the umbrella or even the nail clipper be ever in their hands. Before it's too late, Anwar and Nik Aziz, balik ke pangkal jalan. Controlling people requires the skill to manipulate the darkness in other's heart. That is the skill possessed by DAP, lurking behind their smiles and handshakes.
It reads:-
Salam Alaykum Nik Aziz, Anwar;
If you have not done what you have done, we might have chosen you.
You have prepared well to use any means necessary that you claim will protect and keep us safe, but in reality you are dismantling the Malay World in order to build your warped idea of the Malaysian World. If this is what you called being human, together with DAP setting out to wage war while claiming to create peace, then your king has no future. For this opens the way for DAP to insinuate the destructive concept of Malaysian Malaysia or Ketuanan Rakyat or Middle Malaysia. No. Every time PKR scream "Ketuanan Rakyat" he is DAP's organ in badmouthing the Malay World.
The trickery of DAP, the porny adventures of Soi Lek and the pathetic gullibility of Nik Aziz, hiding behind his ulamakness, will sooner than later cause the destruction of Bangsa Melayu. When PR initiate its steps to "unite" Malaysians through its Malaysian Malaysia or Ketuanan Rakyat, it was never planned based on discussion despite its claim to be so. It was / is based on its mentor minister's and warmongers' philosophy, "wage war to create peace". To be most effective, this war must be waged on Malay battleground. When padang jarak padang tekukur is created, its on Malay grounds and among Malay environment. They lose nothing and everything to gain. The aggressor then will "retreat" with a cup of Malay blood, to come back at a convenient future date. Distrust, ill will and resentment fades fairly quickly, especially when the losers are of the breed that readily forgive and forget.
PR has eyes overflowing with greed, hatred and black fire that lusts for revenge and blood - Bumiputera blood. PR is but a concoction of babbling vile man-god. It cannot be taken seriously. It surrounds itself with myths. And thus, to take anything away from " the breed that readily forgives and forgets" is just like taking away candy from a baby.
They will never protect the king. Never let the umbrella or even the nail clipper be ever in their hands. Before it's too late, Anwar and Nik Aziz, balik ke pangkal jalan. Controlling people requires the skill to manipulate the darkness in other's heart. That is the skill possessed by DAP, lurking behind their smiles and handshakes.
Wednesday, March 16, 2011
Bible Bukan Wahyu Dan وَلَن تَرۡضَىٰ
Allah memerintahkan beriman dan berpegang kepada petunjuk kitabNya iaitu Taurat, Zabur, Injil dan al Quran. Kesemua kitab-kitab wahyu ini menyeru kepada mentauhidkan Allah.
Apabila ia tidak lagi dalam bentuk asal, apabila tercemar oleh tangan manusia melalui edit atau tokok tambah atau revision dan sebagainya ia sudah bukan wahyu lagi. Kitab wahyu tidak boleh berubah, apapun alasan atau berapa sedikitpun. Jika diubah, maka perintah beriman kepadanya tergugur. Beriman kepada "kitab" yang sudah dinemari manusia tidak diperintah oleh Allah. Malah ianya ditegah.
Segala mukmin, Allah perintah beriman kepada Taurat, Zabur, Injil dan al Quran. Kaum Kristian mencipta Bible lalu mendakyah kaum mukmin sehingga mengakui kononnya Bible itu Injil.
Injil wahyu Allah mengajar tauhid. Bible itu hasil buah tangan mereka - mengajarkan Trinity. Si mukmin wajib maklum akan perbezaannya demi keutuhan keimanan dan kemenangan kaumnya; lalu berhati-hati sehingga sedar supaya jangan sepatah atau secuit pun ia terlibat dengan penyebaran alat dakyah kaum yang tidak pernah redho terhadap kaum muslimin sehingga mereka (kaum muslimin itu) mengikutinya (kaum trinity).
سُوۡرَةُ البَقَرَة (120)
وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَہُودُ وَلَا ٱلنَّصَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَہُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَٮِٕنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ۬ وَلَا نَصِيرٍ
(2:120) Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk [yang benar]". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
Apabila ia tidak lagi dalam bentuk asal, apabila tercemar oleh tangan manusia melalui edit atau tokok tambah atau revision dan sebagainya ia sudah bukan wahyu lagi. Kitab wahyu tidak boleh berubah, apapun alasan atau berapa sedikitpun. Jika diubah, maka perintah beriman kepadanya tergugur. Beriman kepada "kitab" yang sudah dinemari manusia tidak diperintah oleh Allah. Malah ianya ditegah.
Segala mukmin, Allah perintah beriman kepada Taurat, Zabur, Injil dan al Quran. Kaum Kristian mencipta Bible lalu mendakyah kaum mukmin sehingga mengakui kononnya Bible itu Injil.
Injil wahyu Allah mengajar tauhid. Bible itu hasil buah tangan mereka - mengajarkan Trinity. Si mukmin wajib maklum akan perbezaannya demi keutuhan keimanan dan kemenangan kaumnya; lalu berhati-hati sehingga sedar supaya jangan sepatah atau secuit pun ia terlibat dengan penyebaran alat dakyah kaum yang tidak pernah redho terhadap kaum muslimin sehingga mereka (kaum muslimin itu) mengikutinya (kaum trinity).
سُوۡرَةُ البَقَرَة (120)
وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَہُودُ وَلَا ٱلنَّصَـٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَہُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَٮِٕنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ۬ وَلَا نَصِيرٍ
(2:120) Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk [yang benar]". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
Wednesday, March 9, 2011
Dari Pangkal Ke Hujung Jalan
Wajib syurga dengan iman.
Masuk syurga dengan rahmat.
Bahagian syurga dengan amal.
Serendah-rendah taqwa mengerjakan yang wajib-wajib.
Masuk syurga dengan rahmat.
Bahagian syurga dengan amal.
Serendah-rendah taqwa mengerjakan yang wajib-wajib.
Labels:
Syurga
Friday, January 7, 2011
Rashad Khalifa Melayu.
Kesian Anwar terus jatuh dan jatuh. Begitu juga perjuangannya - konon hendak merencana perubahan. Budak-budak kata padan muka!
Era 90an menyaksikan Anwar dari setinggi sebagai TPM dan Menteri Kewangan tersungkur ke pantat penjara kerana korupsi dan liwat.
Kemudian terbongkar pula pekungnya yang dia ini penyebar fahaman Wahabisme yang bersalahan dengan iktikad ahlus sunah wal jamaah.
Dan dari dunia athiest Barat pula dia mengimport fahaman pluralisme dalam agama yang bertentangan dengan tauhid Islam.
Maka di dunia Islam, hilanglah sudah darinya aura yang kononnya dia ini pejuang agama malah timbullah darinya aura penyeleweng akidah dan perusak agama.
Saga "16 September" menyerlahkan keperibadian pembohong dan pembelitnya. PKR retak seribu kerananya, dan kini ternyata berlaku perpecahan di setiap lapisan dan tempat.
Amerika sudah berhenti dari menyorak, memberi galakan atau mengapungkannya. Tiada lagi Madeleine Albright atau William Cohen atau Al Gore. Akhir sekali, Hillary Clinton membatalkan pertemuan empat mata dengannya pada saat-saat akhir.
Kini, saki baki PKR sendiri mula mempersoalkan apa lagi sisa kebaikan yang ada padanya yang boleh dijadikan ikutan. Politik negara dicebis-cebiskan. Kesatuan bangsa dihancur luluhkan. Agama negara dibusungkan dengan wahabisme dan pluralisme.
Agaknya hanya satu yang masih tinggal yang boleh dijadikan ikutan. Keperibadiannya sendiri - yang menjadi diva selebriti keluar masuk mahkamah.
Punahlah sudah harapan Anwar. Hendak ke Putera Jaya? Hendak menidakkan 2/3 majority dari BN pun hanya tinggal kenangan silam baginya.
Kini sudah ada suara-suara yang mengakui dia ini bukan sahaja satu libility malah sudah menjadi satu ancaman kepada bangsa dan agama.
Era 90an menyaksikan Anwar dari setinggi sebagai TPM dan Menteri Kewangan tersungkur ke pantat penjara kerana korupsi dan liwat.
Kemudian terbongkar pula pekungnya yang dia ini penyebar fahaman Wahabisme yang bersalahan dengan iktikad ahlus sunah wal jamaah.
Dan dari dunia athiest Barat pula dia mengimport fahaman pluralisme dalam agama yang bertentangan dengan tauhid Islam.
Maka di dunia Islam, hilanglah sudah darinya aura yang kononnya dia ini pejuang agama malah timbullah darinya aura penyeleweng akidah dan perusak agama.
Saga "16 September" menyerlahkan keperibadian pembohong dan pembelitnya. PKR retak seribu kerananya, dan kini ternyata berlaku perpecahan di setiap lapisan dan tempat.
Amerika sudah berhenti dari menyorak, memberi galakan atau mengapungkannya. Tiada lagi Madeleine Albright atau William Cohen atau Al Gore. Akhir sekali, Hillary Clinton membatalkan pertemuan empat mata dengannya pada saat-saat akhir.
Kini, saki baki PKR sendiri mula mempersoalkan apa lagi sisa kebaikan yang ada padanya yang boleh dijadikan ikutan. Politik negara dicebis-cebiskan. Kesatuan bangsa dihancur luluhkan. Agama negara dibusungkan dengan wahabisme dan pluralisme.
Agaknya hanya satu yang masih tinggal yang boleh dijadikan ikutan. Keperibadiannya sendiri - yang menjadi diva selebriti keluar masuk mahkamah.
Punahlah sudah harapan Anwar. Hendak ke Putera Jaya? Hendak menidakkan 2/3 majority dari BN pun hanya tinggal kenangan silam baginya.
Kini sudah ada suara-suara yang mengakui dia ini bukan sahaja satu libility malah sudah menjadi satu ancaman kepada bangsa dan agama.
Monday, December 20, 2010
Sejarah 13 Mei
Rujuk: http://satusekolahuntuksemua.wordpress.com/2010/12/20/sejarah-sebagai-pendoman/
Sejarah Sebagai Pendoman. 20. 12. 2010
Sebuah artikel bersumberkan Hansard Parlimen yang diterbitkan oleh HHalem, bertajuk 13 Mei 1969 – Di Cetus oleh DAP Komunis.
PERBAHASAN BAJET 2011 PERINGKAT DASAR DI DEWAN RAKYAT OLEH Y.B. KULIM BANDAR BAHARU
Petikan Hansard Dewan Rakyat- 28 Oktober 2010, 3.53 ptg.
Tuan Zulkifli bin Nordin [Kulim Bandar Baharu]: Terima kasih Tuan Yang di- Pertua, sudah banyak hari tunggu. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, Alhamdulillah…
[Membaca sepotong doa]
Terima kasih Tuan Yang di-Pertua atas peluang untuk turut sama dalam perbahasan Belanjawan atau Bajet Negara 2011 ini yang telah diberi dengan pelbagai label oleh beberapa orang yang sudah berucap. Ada yang memanggilnya ‘bajet seluar dalam’, ada yang panggil ‘bajet kelambu’. Jadi saya berharap, kegiatan, perbuatan suka melabel dengan menghina ini dapat dihentikan. Kerana tidak membawa manfaat kepada sesiapa pun. Saya teringat beberapa tahun dahulu mereka ini suka melabel orang. Saya pernah ingat seorang pemimpin UMNO dilabel dengan gelaran ‘al–Juburi’. Hari ini sudah jadi kawan. Jadi kita perlu ingat hendak mengkritik jangan terlampau melampau, berpada-pada. Hendak memuji pun jangan melampau-lampau biar berpadapada. Itu yang Islam ajar kita. Senang sangat hendak melabel orang dengan pelbagai label yang menghina. Kita harap perkara ini dapat dihentikan untuk kebaikan Negara dan umat sendiri insya-Allah.
Dalam bajet kali ini Tuan Yang di-Pertua, Gagasan 1Malaysia disebut beberapa kali. Saya khuatir Tuan Yang di-Pertua gagasan ini telah disalah tafsir apabila melihat iklan sinar lebaran Aidilfitri lepas terbitan TV3 dengan lebai pak santa bawa basikal macam Santa Claus menyalakan pelita di atas bunga lotus. Ini memberi gambaran bahawa Gagasan 1Malaysia ini memang disalahtafsirkan dan salah mengertikan. Ada cubaan untuk membawa konsep 1Malaysia ini ke satu konsep Malaysian Malaysia. Semua orang sama, semua agama sama macam iklan TV3. Sampai dia cacamerba habis semua agama. Hak sama, kedudukan sama.
Saya ingin menegaskan soal persamaan tidak timbul kerana tunggak negara iaitu Perlembagaan Malaysia sendiri yang menjadi undang-undang utama negara, Perlembagaan itu sendiri discriminatory. Ianya sendiri discriminatory tetapi discriminatory positive. Di mana Perlembagaan sendiri discriminate antara rakyat iaitu agama Islam dan bangsa Melayu dilebihkan, itu kedudukan dalam Perlembagaan. Itu kita tidak boleh nafikan. Artikel 3 Perlembagaan Persekutuan, Artikel 11(4) Artikel 12(4) Artikel 76, Jadual Kesembilan, Senarai 2, Artikel 211A, Artikel 150, Artikel 160. Ini peruntukan-peruntukan Perlembagaan yang jelas meletakkan yang discriminate agama dan kaum lain dengan agama Islam dan bangsa Melayu. Ini hakikat dalam negara ini.
Contohnya bahasa Melayu, bahasa Melayu bahasa kebangsaan, dia discriminate dari bahasa lain. Kita tidak boleh kata sama. Tidak boleh samakan bahasa Melayu dengan bahasa Cina, bahasa Tamil, bahasa Inggeris sebab bahasa Melayu bahasa Perlembagaan yang didaulatkan oleh Perlembagaan.
Akan tetapi malang setelah 50 tahun lebih, ada yang tidak faham lagi bahasa Melayu. Tengok Yang Berhormat Ipoh Timur tadi. Merujuk kepada kata-kata Perdana Menteri dia putarkannya ayat itu, tengok ini bahasa racist, bahasa yang hendak bawa kepada peperangan. Ini jenis yang tidak faham bahasa Melayu. Duduk Malaysia lama, peribahasa pun tidak faham. Ia hanya gambaran bahawa orang Melayu atau sesiapa yang sebut akan mempertahankan ke titisan darah terakhir, akan pertahankan sehingga bercerai badan, tangan dan kaki. Ini peribahasa, menunjukkan kita akan berjuang habis-habisan.
Saya hendak ingatkan Yang Berhormat Ipoh Timur, apa parti dia sebut pada tahun 1969. Peristiwa berdarah 1969. Ini parti dia sebut sendiri dalam rekod negara.“Hold high the Red Flag of Martyrs and carry out revolution to the end, to die for the people is as heavy as the mountain of Tai”. Ini kenyataan yang dibuat.Ini kenyataan yang dibuat oleh parti Yang Berhormat Ipoh Timur tahun 1969, rekod dalam Arkib Negara, pergi baca. Mana lebih bahaya ayat seperti itu dengan peribahasa yang digunakan oleh Yang Amat Berhormat Perdana Menteri?
Tuan Yang di-Pertua, saya bersetuju dengan kenyataan bahawa Perlembagaan telah jelas memahat hak dan kedudukan istimewa agama Islam dan bangsa Melayu. Sudah jelas sudah. Tidak boleh dipersoalkan malahan benar tidak boleh dipinda pun kecuali dengan persetujuan kesembilan Raja-raja Melayu tapi yang penting
Tuan Yang di-Pertua, bukan soal pemahatan hak dan kedudukan istimewa itu tetapi adalah soal penterjemahan dan pelaksanaan hak dan kedudukan istimewa itu. Hari ini kita tengok bagaimana serangan dibuat terhadap institusi Raja-raja Melayu secara terbuka. Institusi Mahkamah Syariah, institusi berkuasa seperti Polis Diraja Malaysia, SPRM, kehakiman diserang.
Kita lihat bagaimana kelihatan sekarang ini seperti satu amalan double standard apabila seorang belia Cina – Namewee, Wee Meng Chee, buat blog yang saya telah dedahkan dalam soalan tambahan saya baru-baru ini. Satu penghinaan kepada Islam, kepada bangsa Melayu, kepada pihak berkuasa tetapi Peguam Negara membuat keputusan, mengikut dalam jawapan Parlimen, tidak akan mengambil tindakan pendakwaan. Tak akan dakwa langsung, dilepaskan begitu sahaja tetapi seorang blogger Melayu – Irwan Abdul Rahman, baru sindir TNB, kena caj di mahkamah.
Apabila wartawan majalah – Al-Islam menyamar pergi ke sebuah gereja hendak tengok kegiatan murtad di kalangan orang Melayu, mereka dimaki hamun, dihina. Tindakan keras dituntut diambil terhadap mereka tetapi bila wartawan wanita Cina – Malaysian Insider menyamar masuk menyusup ke perhimpunan agung orang Melayu pakai tudung macam perempuan Islam, dia katakan itu cara yang beretika kewartawanan.
Apabila kes anak Melayu bakar gereja penjara bertahun.Anak Cina baling surau dengan arak, cat dengan warna merah, denda. Pegawai BTN bercakap tentang hak Melayu, kedudukan Islam dalam perhimpunan tertutup orang Melayu Islam dimaki hamun, disuruh ambil tindakan tegas tapi bila Presiden MCA mempertikaikan kedudukan orang Melayu, tidak ada apa tindakan.
Jadi bagaimana kita hendak menyatakan bahawa hak dan kedudukan istimewa orang Melayu, betul terpahat di dalam Perlembagaan tetapi bagaimana dengan pelaksanaan? Bagaimana dengan penterjemahannya dalam dasar dan perancangan negara?
Hari ini, dalam negara ini seolah-olah umat Islam bangsa Melayu seperti warga kelas kedua, diketepikan. Hari ini, seolah-olah menjadi satu dosa besar kalau kita bercakap tentang isu orang Melayu, isu agama Islam, jadi dosa besar dalam negara ini. Sampai orang kata Pak Janggut pun ketar telur hendak bercakap pasal Islam. Takut.Sebab itu Tuan Yang di-Pertua, saya berpendapat bahawa cadangan Yang Amat Berhormat Timbalan Perdana Menteri untuk mewajibkan mata pelajaran Sejarah penting supaya rakyat diperingatkan semula apa yang berlaku pada sejarah yang lampau supaya menjadi sempadan kepada kita, menjadi pengajaran, iktibar dan saya cadangkan antara sejarah penting negara yang perlu didedahkan ialah Peristiwa 13 Mei. Bila cakap tentang 13 Mei mereka akan mengamuk. “Sudah jadi historical, tak boleh, mana boleh cakap ini cerita, sudah lama”. Pasal apa yang mereka takut sangat? Pasal apa?
Tuan Yang di-Pertua, saya cuba hendak buat research tentang peristiwa 13 Mei. Saya terkejut ada tiga buku sahaja. Pasal 13 Mei ada tiga buku sahaja. Laporan MAGERAN – Laporan Rasmi, buku tulisan Almarhum Tunku Abdul Rahman – Before and After May 13 dan terbaru tulisan Kua Kia Soong – 13 May. Ini tiga sahaja peristiwa besar macam itu.
Saya baca tentang 13 Mei yang ditulis oleh Kua Kia Soong. Saya tidak berapa setuju dengan tulisan beliau kerana tulisan beliau adalah analisa bukan melaporkan fakta. Dia analisa berdasarkan kepada analisa wartawan barat masa itu. Memanglah, macam sekarang. Dia analisa yang dibuat oleh reporter barat pada peristiwa itu dahulu. Memanglah akan prejudis tapi Laporan MAGERAN oleh pemerintah, bertarikh Oktober 1969, buku Almarhum Tunku Abdul Rahman – 13 May Before and After, buku ini fakta, siap dengan gambar. Kenapa ada golongan tertentu dalam negara ini takut peristiwa 13 Mei diajar sebagai mata pelajaran Sejarah?
Sebab itu Tuan Yang di-Pertua, saya hendak ambil peluang pada hari ini untuk menceritakan tentang peristiwa 13 Mei ini daripada laporan fakta yang ada supaya rakyat tahu kenapa peristiwa itu berlaku. Ia bukan satu peristiwa spontan yang berlaku pada 13 Mei. Hari itu sahaja, orang Melayu berkumpul dekat Kampung Baru, parang bakar – ada dengar cerita parang terbang dan tahu-tahu beberapa orang Cina mati tergolek. Bukan itu, peristiwa ini bermula jauh pada tahun 1957.
Ia bermula pada tahun 1957 lagi. Pada 2 Januari 1957 di Pulau Pinang, apabila perarakan mengisytiharkan Pulau Pinang sebagai bandar raya yang tidak disertai orang Melayu yang membantah, orang Melayu dikepung dan cuba dikapak oleh sekumpulan Cina. Seorang pegawai polis Cina mempertahankan Melayu yang dikepung itu dan menembak perusuh Cina, maka tension sudah start. Itu tahun 1957.
Pada 1 Mei 1959 di Sungai Pinang, berlaku pergaduhan antara orang Melayu dengan orang Cina. Ia kemudian merebak dan samseng Cina mula merusuh. Imam masjid Sungai Pinang panggil mesyuarat orang kampung untuk membuat kawalan. Kumpulan Cina bersenjata kepung masjid dan berlaku pergaduhan rumah dan kedai terbakar, pembunuhan berlaku di kedua belah pihak iaitu sepuluh tahun sebelum peristiwa itu.
Pada 11 Julai 1964 di pasar Bukit Mertajam, seorang pekerja Melayu diketuk dengan cangkul oleh seorang anak tauke Cina sayur berumur 15 tahun. Dia buat report, polis lambat ambil tindakan. Dia tidak puas hati, dia pergi lapor kepada Majlis Daerah, maka beberapa tindakan diambil. Berlaku pergaduhan dan seorang Melayu dibunuh. Gambar dia ada lagi dalam ini – gambar dia dibunuh. Encik Kasim bin Omar terlentang atas lantai pasar dibunuh oleh sekumpulan Cina – berlaku tension pada masa itu.
Kemudian, saya ingat lagi pada masa itu sudah mula perasaan tidak puas hati ini timbul. Baru-baru ini saya ada ceramah di kawasan Kampung Baru. Orang-orang tua di situ cerita bagaimana terhinanya orang Melayu pada masa itu pergi ke Chow Kit hendak beli barang daripada Cina. Minta cili, minta bawang, dia tunjuk dengan kaki sahaja – lu angkat ini. Ini perasaan orang Melayu pada masa itu.
Maka episod ketidakpercayaan sudah mula wujud, tension ketegangan sudah mula wujud sejak itu lagi.
Pada tahun 1969, pilihan raya berlaku. DAP dan GERAKAN main isu perkauman. Saya hendak sebut pada Tuan Yang di-Pertua, isu yang dimainkan itu supaya kita tengok balik. Dalam laporan yang dibuat, apa dia kempen atau isu perkauman yang dimainkan pada masa itu? Di muka surat 21 sehingga 24 Laporan MAGERAN – sebab saya hendak baca ini Tuan Yang di-Pertua, kerana patennya sama sahaja dengan hari ini, sebiji sama.
Apa yang berlaku pada tahun 1969? Laporan itu menyebut DAP dan GERAKAN mempertikai Artikel 153 (Hak dan kedudukan istimewa orang Melayu), mempertikai status bangsa Melayu sebagai peribumi. Saya tidak lupa kenyataan Ketua Wanita Parti GERAKAN yang menyatakan orang Melayu pun pendatang, tohmahan orang Melayu mendapat keistimewaan dan Cina diketepikan terutama di sektor awam. Padahal, itu tidak betul. Kalau kita baca dalam Laporan MAGERAN, ia menyebut bagaimana sebenarnya fakta itu tidak betul.
Saya hendak baca fakta yang dikemukakan secara ringkas Tuan Yang di-Pertua, yang hendak menyatakan bahawa orang Melayu dapat kedudukan istimewa dalam perkhidmatan awam. Dalam laporan ini di muka surat 22 dan 23 disebut, “Figures relating to division one government officers by racial group as of 1st November 1968:
Maknanya, pada masa itu fakta yang kata orang yang bukan Melayu diketepikan dan Melayu dapat keistimewaan tidak betul pada masa itu. Kalau Tuan Yang di-Pertua tengok sekarang isu yang dikatakan Cina tidak dapat itu, tidak dapat ini, saya hendak baca kenyataan dalam Malaysian Business isu bulan September 2010. Kenyataan oleh seorang tokoh korporat Cina sendiri, Tan Sri Liew Kee Sin daripada syarikat SP Setia Berhad menyatakan bahawa sebenarnya masyarakat Cina di Malaysia mendapat kedudukan yang baik di bawah polisi pro bumiputera.
Dia beri contoh dalam majalah Forbes disebutkan bahawa di bawah dasar pro bumiputera ini, syarikat yang dikuasai oleh kaum Cina account for 37% of market capitalization among the top 300 listed companies compared to bumiputera equity of 7% dengan izin. “Chinese individuals also control 73% of the wealth owned by the top 40 richest Malaysians and make up eight of the top ten richest Malaysian” dengan izin. “He pointed out that Chinese small-to-medium enterprises (SMEs) had done very well too, and that their owners could even afford to buy the multi-million ringgit bungalows built by his company. “One Chinaman want to build a bungalow of RM40 million!” he said.”
Kenyataan Tan Sri Liew Kee Sin dari SP Setia.
Jadi di mana yang kata tidak dapat keistimewaan dan diketepikan?
Kemudian kalau Tuan Yang di-Pertua tengok kenyataan sekarang, ia sama.Pertikai Artikel 153, tohmah kata orang Melayu dapat keistimewaan lebih, selepas itu kata dia diketepikan. Sama, same patent by the same people. Oleh orang yang sama yang masih ada lagi di sini. Malahan Tuan Yang di-Pertua, pada 15 April 1969, Yang Mulia Almarhum Tunku Abdul Rahman yang mereka dewa-dewakan sekarang – dia kata apa? Dia bagi amaran dah masa itu. Tunku memberi amaran – ini dalam Laporan MAGERAN Oktober 1969. Tunku sebut apa? Tunku memberi amaran kepada DAP supaya tidak mempersoalkan Artikel 153 jika DAP – di Kuala Pilah Tunku membuat kenyataan ini.
Dalam muka surat 24 Laporan MAGERAN, Tunku kata jika DAP berterusan mempertikai Artikel 153, kekacauan akan berlaku dan keamanan dan kemakmuran yang kita kecapi akan hancur.
Exactly, sebiji apa yang berlaku sekarang – sama paten.
Tuan Yang di-Pertua…
Saya hendak sebut sahaja apa yang berlaku pada 13 Mei itu untuk menutup. Tuan Yang di-Pertua, cuba Tuan Yang di-Pertua bayang ini kenyataan-kenyataan yang dikeluarkan oleh mereka pada masa itu.
Pada 4 Mei 1969 di Kepong, sekumpulan pemuda Cina menconteng grafiti anti pilihan raya. Polis suruh berhenti dan diserang dengan besi dan lastik besi. Polis pertahan diri dan tembak mati seorang. Mayat di preserved untuk perarakan pada hari undi 10 Mei.
Pada 9 Mei 1969 di Kuala Lumpur, perarakan membawa mayat melalui Kuala Lumpur dan menyebabkan jam, melaungkan slogan ‘Malai Si’ (Melayu Mati) dan slogan ‘Mao Zedong’ termasuk hutang darah dibayar darah.
Pada 10 Mei 1969, Pulau Pinang tumbang, nyaris kalah di Selangor dan Perak. Beberapa kerusi Parlimen tumbang kepada DAP dan GERAKAN.
Perarakan kemenangan dibuat pada 11 Mei 1969 di jalan BrickfieldS pada pukul lima petang. Dia kata apa? “Apa polis boleh buat? Kita Raja,buang semua polis Melayu”.
Pada 11 Mei 1969pukul 8.30 malam di Jalan Bukit Bintang, perarakan DAP – “Mati Melayu, sakai pergi masuk hutan”.
Pada 11 Mei 1969 pukul 10.00 malam di Jalan Changkat Dollah – “KL sekarang Cina punya”. Pada 12 Mei 1969, satu perarakan di Jalan Ipoh, Jalan Tunku Abdul Rahman, Jalan Parlimen, Jalan Raja Laut, Jalan Hill masuk ke Kampung Baru dengan 500 skuter. Apa mereka kata? “Melayu balik kampung, Melayu sudah tiada kuasa. Sekarang kita Cina control.” Bila lalu depan Kampung Baru mereka kata “Melayu keluar! Apa lagi duduk sini, kita hentam sama lu, sekarang kita ada kuasa”.
Pada 12 Mei 1969 pukul 7.30 petang di pondok polis Jalan Pudu – “Maki polis! Semua Melayu kasi habis, kasi halau semua polis.”
Pada 12 Mei 1969 pukul 8.30 malam di Jalan Bukit Bintang – “Apa ini Melayu, kita sudah perintah dia negeri, ini negeri bukan Melayu punya, mata-mata lancau.”
Pada 12 Mei 1969 pukul 7.00 petang di Jalan Canvel – “Butoh Melayu, Malai si, pergi mati Melayu.”
Pada malam 12 Mei 1969 di Jalan Bukit Bintang – “Ini negeri bukan Melayu punya, kita mahu kasi halau semua Melayu.”
Pada awal tengah malam 13 Mei 1969 di Kampung Baru – “Maki orang Melayu, Melayu balik hutan.”
Pada 12 Mei 1999, 9.30 malam, PJ. – “Sekarang kita perintah apa boleh buat? Melayu balik kampung. Melayu sudah jatuh, MARA boleh keluar. Melayu balik kampung, MARA hendak beri habis.” Tuan Yang di-Pertua, ini yang berlaku pada masa itu.
Cadangan saya supaya diperbanyakkan bahan terbitan dan bacaan tentang peristiwa13 Mei ini. Kemudian selalu ulangkan di televisyen. Ketiga, kempen kesedaran di sekolah-sekolah berkenaan sejarah khususnya peristiwa 13 Mei ini. Adakan video klip, gambar-gambar yang disimpan di dalam Arkib Negara semua itu bawa keluar bagi orang tengok.
Kemudian saya cadangkan supaya ditubuhkan satu suruhanjaya siasat dalang-dalang 13 Mei ini. Buat satu kertas putih siasat kepimpinan DAP pada masa itu yang masih ada lagi pada hari ini. Ini kerana mereka ini orang kata parti chauvinist infested party. Dia tidak boleh sudah, orang lain semua berubah, dia sahaja tidak berubah.
Saya paling takut Tuan Yang di-Pertua yang saya hendak dedahkan pada hari ini sebenarnya Tuan Yang di-Pertua kalau Tuan Yang di-Pertua tengok rapatnya kepimpinan DAP dengan kepimpinan PKR ini…sebenarnya yang buat mereka rapat saya rasa kawan-kawan saya di PAS pun tidak tahu ada perjanjian sulit di antara mereka sekiranya Pakatan Rakyat menang Kerajaan Persekutuan kuasa autonomi akan diberi kepada Pulau Pinang. Calon-calon Melayu akan diletakkan di Perak dan di Negeri Sembilan, kalau mereka menang Menteri Besarnya daripada DAP.
Posted by HHalem at 07:50 Thursday, October 28, 2010
Sejarah Sebagai Pendoman. 20. 12. 2010
Sebuah artikel bersumberkan Hansard Parlimen yang diterbitkan oleh HHalem, bertajuk 13 Mei 1969 – Di Cetus oleh DAP Komunis.
PERBAHASAN BAJET 2011 PERINGKAT DASAR DI DEWAN RAKYAT OLEH Y.B. KULIM BANDAR BAHARU
Petikan Hansard Dewan Rakyat- 28 Oktober 2010, 3.53 ptg.
Tuan Zulkifli bin Nordin [Kulim Bandar Baharu]: Terima kasih Tuan Yang di- Pertua, sudah banyak hari tunggu. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, Alhamdulillah…
[Membaca sepotong doa]
Terima kasih Tuan Yang di-Pertua atas peluang untuk turut sama dalam perbahasan Belanjawan atau Bajet Negara 2011 ini yang telah diberi dengan pelbagai label oleh beberapa orang yang sudah berucap. Ada yang memanggilnya ‘bajet seluar dalam’, ada yang panggil ‘bajet kelambu’. Jadi saya berharap, kegiatan, perbuatan suka melabel dengan menghina ini dapat dihentikan. Kerana tidak membawa manfaat kepada sesiapa pun. Saya teringat beberapa tahun dahulu mereka ini suka melabel orang. Saya pernah ingat seorang pemimpin UMNO dilabel dengan gelaran ‘al–Juburi’. Hari ini sudah jadi kawan. Jadi kita perlu ingat hendak mengkritik jangan terlampau melampau, berpada-pada. Hendak memuji pun jangan melampau-lampau biar berpadapada. Itu yang Islam ajar kita. Senang sangat hendak melabel orang dengan pelbagai label yang menghina. Kita harap perkara ini dapat dihentikan untuk kebaikan Negara dan umat sendiri insya-Allah.
Dalam bajet kali ini Tuan Yang di-Pertua, Gagasan 1Malaysia disebut beberapa kali. Saya khuatir Tuan Yang di-Pertua gagasan ini telah disalah tafsir apabila melihat iklan sinar lebaran Aidilfitri lepas terbitan TV3 dengan lebai pak santa bawa basikal macam Santa Claus menyalakan pelita di atas bunga lotus. Ini memberi gambaran bahawa Gagasan 1Malaysia ini memang disalahtafsirkan dan salah mengertikan. Ada cubaan untuk membawa konsep 1Malaysia ini ke satu konsep Malaysian Malaysia. Semua orang sama, semua agama sama macam iklan TV3. Sampai dia cacamerba habis semua agama. Hak sama, kedudukan sama.
Saya ingin menegaskan soal persamaan tidak timbul kerana tunggak negara iaitu Perlembagaan Malaysia sendiri yang menjadi undang-undang utama negara, Perlembagaan itu sendiri discriminatory. Ianya sendiri discriminatory tetapi discriminatory positive. Di mana Perlembagaan sendiri discriminate antara rakyat iaitu agama Islam dan bangsa Melayu dilebihkan, itu kedudukan dalam Perlembagaan. Itu kita tidak boleh nafikan. Artikel 3 Perlembagaan Persekutuan, Artikel 11(4) Artikel 12(4) Artikel 76, Jadual Kesembilan, Senarai 2, Artikel 211A, Artikel 150, Artikel 160. Ini peruntukan-peruntukan Perlembagaan yang jelas meletakkan yang discriminate agama dan kaum lain dengan agama Islam dan bangsa Melayu. Ini hakikat dalam negara ini.
Contohnya bahasa Melayu, bahasa Melayu bahasa kebangsaan, dia discriminate dari bahasa lain. Kita tidak boleh kata sama. Tidak boleh samakan bahasa Melayu dengan bahasa Cina, bahasa Tamil, bahasa Inggeris sebab bahasa Melayu bahasa Perlembagaan yang didaulatkan oleh Perlembagaan.
Akan tetapi malang setelah 50 tahun lebih, ada yang tidak faham lagi bahasa Melayu. Tengok Yang Berhormat Ipoh Timur tadi. Merujuk kepada kata-kata Perdana Menteri dia putarkannya ayat itu, tengok ini bahasa racist, bahasa yang hendak bawa kepada peperangan. Ini jenis yang tidak faham bahasa Melayu. Duduk Malaysia lama, peribahasa pun tidak faham. Ia hanya gambaran bahawa orang Melayu atau sesiapa yang sebut akan mempertahankan ke titisan darah terakhir, akan pertahankan sehingga bercerai badan, tangan dan kaki. Ini peribahasa, menunjukkan kita akan berjuang habis-habisan.
Saya hendak ingatkan Yang Berhormat Ipoh Timur, apa parti dia sebut pada tahun 1969. Peristiwa berdarah 1969. Ini parti dia sebut sendiri dalam rekod negara.“Hold high the Red Flag of Martyrs and carry out revolution to the end, to die for the people is as heavy as the mountain of Tai”. Ini kenyataan yang dibuat.Ini kenyataan yang dibuat oleh parti Yang Berhormat Ipoh Timur tahun 1969, rekod dalam Arkib Negara, pergi baca. Mana lebih bahaya ayat seperti itu dengan peribahasa yang digunakan oleh Yang Amat Berhormat Perdana Menteri?
Tuan Yang di-Pertua, saya bersetuju dengan kenyataan bahawa Perlembagaan telah jelas memahat hak dan kedudukan istimewa agama Islam dan bangsa Melayu. Sudah jelas sudah. Tidak boleh dipersoalkan malahan benar tidak boleh dipinda pun kecuali dengan persetujuan kesembilan Raja-raja Melayu tapi yang penting
Tuan Yang di-Pertua, bukan soal pemahatan hak dan kedudukan istimewa itu tetapi adalah soal penterjemahan dan pelaksanaan hak dan kedudukan istimewa itu. Hari ini kita tengok bagaimana serangan dibuat terhadap institusi Raja-raja Melayu secara terbuka. Institusi Mahkamah Syariah, institusi berkuasa seperti Polis Diraja Malaysia, SPRM, kehakiman diserang.
Kita lihat bagaimana kelihatan sekarang ini seperti satu amalan double standard apabila seorang belia Cina – Namewee, Wee Meng Chee, buat blog yang saya telah dedahkan dalam soalan tambahan saya baru-baru ini. Satu penghinaan kepada Islam, kepada bangsa Melayu, kepada pihak berkuasa tetapi Peguam Negara membuat keputusan, mengikut dalam jawapan Parlimen, tidak akan mengambil tindakan pendakwaan. Tak akan dakwa langsung, dilepaskan begitu sahaja tetapi seorang blogger Melayu – Irwan Abdul Rahman, baru sindir TNB, kena caj di mahkamah.
Apabila wartawan majalah – Al-Islam menyamar pergi ke sebuah gereja hendak tengok kegiatan murtad di kalangan orang Melayu, mereka dimaki hamun, dihina. Tindakan keras dituntut diambil terhadap mereka tetapi bila wartawan wanita Cina – Malaysian Insider menyamar masuk menyusup ke perhimpunan agung orang Melayu pakai tudung macam perempuan Islam, dia katakan itu cara yang beretika kewartawanan.
Apabila kes anak Melayu bakar gereja penjara bertahun.Anak Cina baling surau dengan arak, cat dengan warna merah, denda. Pegawai BTN bercakap tentang hak Melayu, kedudukan Islam dalam perhimpunan tertutup orang Melayu Islam dimaki hamun, disuruh ambil tindakan tegas tapi bila Presiden MCA mempertikaikan kedudukan orang Melayu, tidak ada apa tindakan.
Jadi bagaimana kita hendak menyatakan bahawa hak dan kedudukan istimewa orang Melayu, betul terpahat di dalam Perlembagaan tetapi bagaimana dengan pelaksanaan? Bagaimana dengan penterjemahannya dalam dasar dan perancangan negara?
Hari ini, dalam negara ini seolah-olah umat Islam bangsa Melayu seperti warga kelas kedua, diketepikan. Hari ini, seolah-olah menjadi satu dosa besar kalau kita bercakap tentang isu orang Melayu, isu agama Islam, jadi dosa besar dalam negara ini. Sampai orang kata Pak Janggut pun ketar telur hendak bercakap pasal Islam. Takut.Sebab itu Tuan Yang di-Pertua, saya berpendapat bahawa cadangan Yang Amat Berhormat Timbalan Perdana Menteri untuk mewajibkan mata pelajaran Sejarah penting supaya rakyat diperingatkan semula apa yang berlaku pada sejarah yang lampau supaya menjadi sempadan kepada kita, menjadi pengajaran, iktibar dan saya cadangkan antara sejarah penting negara yang perlu didedahkan ialah Peristiwa 13 Mei. Bila cakap tentang 13 Mei mereka akan mengamuk. “Sudah jadi historical, tak boleh, mana boleh cakap ini cerita, sudah lama”. Pasal apa yang mereka takut sangat? Pasal apa?
Tuan Yang di-Pertua, saya cuba hendak buat research tentang peristiwa 13 Mei. Saya terkejut ada tiga buku sahaja. Pasal 13 Mei ada tiga buku sahaja. Laporan MAGERAN – Laporan Rasmi, buku tulisan Almarhum Tunku Abdul Rahman – Before and After May 13 dan terbaru tulisan Kua Kia Soong – 13 May. Ini tiga sahaja peristiwa besar macam itu.
Saya baca tentang 13 Mei yang ditulis oleh Kua Kia Soong. Saya tidak berapa setuju dengan tulisan beliau kerana tulisan beliau adalah analisa bukan melaporkan fakta. Dia analisa berdasarkan kepada analisa wartawan barat masa itu. Memanglah, macam sekarang. Dia analisa yang dibuat oleh reporter barat pada peristiwa itu dahulu. Memanglah akan prejudis tapi Laporan MAGERAN oleh pemerintah, bertarikh Oktober 1969, buku Almarhum Tunku Abdul Rahman – 13 May Before and After, buku ini fakta, siap dengan gambar. Kenapa ada golongan tertentu dalam negara ini takut peristiwa 13 Mei diajar sebagai mata pelajaran Sejarah?
Sebab itu Tuan Yang di-Pertua, saya hendak ambil peluang pada hari ini untuk menceritakan tentang peristiwa 13 Mei ini daripada laporan fakta yang ada supaya rakyat tahu kenapa peristiwa itu berlaku. Ia bukan satu peristiwa spontan yang berlaku pada 13 Mei. Hari itu sahaja, orang Melayu berkumpul dekat Kampung Baru, parang bakar – ada dengar cerita parang terbang dan tahu-tahu beberapa orang Cina mati tergolek. Bukan itu, peristiwa ini bermula jauh pada tahun 1957.
Ia bermula pada tahun 1957 lagi. Pada 2 Januari 1957 di Pulau Pinang, apabila perarakan mengisytiharkan Pulau Pinang sebagai bandar raya yang tidak disertai orang Melayu yang membantah, orang Melayu dikepung dan cuba dikapak oleh sekumpulan Cina. Seorang pegawai polis Cina mempertahankan Melayu yang dikepung itu dan menembak perusuh Cina, maka tension sudah start. Itu tahun 1957.
Pada 1 Mei 1959 di Sungai Pinang, berlaku pergaduhan antara orang Melayu dengan orang Cina. Ia kemudian merebak dan samseng Cina mula merusuh. Imam masjid Sungai Pinang panggil mesyuarat orang kampung untuk membuat kawalan. Kumpulan Cina bersenjata kepung masjid dan berlaku pergaduhan rumah dan kedai terbakar, pembunuhan berlaku di kedua belah pihak iaitu sepuluh tahun sebelum peristiwa itu.
Pada 11 Julai 1964 di pasar Bukit Mertajam, seorang pekerja Melayu diketuk dengan cangkul oleh seorang anak tauke Cina sayur berumur 15 tahun. Dia buat report, polis lambat ambil tindakan. Dia tidak puas hati, dia pergi lapor kepada Majlis Daerah, maka beberapa tindakan diambil. Berlaku pergaduhan dan seorang Melayu dibunuh. Gambar dia ada lagi dalam ini – gambar dia dibunuh. Encik Kasim bin Omar terlentang atas lantai pasar dibunuh oleh sekumpulan Cina – berlaku tension pada masa itu.
Kemudian, saya ingat lagi pada masa itu sudah mula perasaan tidak puas hati ini timbul. Baru-baru ini saya ada ceramah di kawasan Kampung Baru. Orang-orang tua di situ cerita bagaimana terhinanya orang Melayu pada masa itu pergi ke Chow Kit hendak beli barang daripada Cina. Minta cili, minta bawang, dia tunjuk dengan kaki sahaja – lu angkat ini. Ini perasaan orang Melayu pada masa itu.
Maka episod ketidakpercayaan sudah mula wujud, tension ketegangan sudah mula wujud sejak itu lagi.
Pada tahun 1969, pilihan raya berlaku. DAP dan GERAKAN main isu perkauman. Saya hendak sebut pada Tuan Yang di-Pertua, isu yang dimainkan itu supaya kita tengok balik. Dalam laporan yang dibuat, apa dia kempen atau isu perkauman yang dimainkan pada masa itu? Di muka surat 21 sehingga 24 Laporan MAGERAN – sebab saya hendak baca ini Tuan Yang di-Pertua, kerana patennya sama sahaja dengan hari ini, sebiji sama.
Apa yang berlaku pada tahun 1969? Laporan itu menyebut DAP dan GERAKAN mempertikai Artikel 153 (Hak dan kedudukan istimewa orang Melayu), mempertikai status bangsa Melayu sebagai peribumi. Saya tidak lupa kenyataan Ketua Wanita Parti GERAKAN yang menyatakan orang Melayu pun pendatang, tohmahan orang Melayu mendapat keistimewaan dan Cina diketepikan terutama di sektor awam. Padahal, itu tidak betul. Kalau kita baca dalam Laporan MAGERAN, ia menyebut bagaimana sebenarnya fakta itu tidak betul.
Saya hendak baca fakta yang dikemukakan secara ringkas Tuan Yang di-Pertua, yang hendak menyatakan bahawa orang Melayu dapat kedudukan istimewa dalam perkhidmatan awam. Dalam laporan ini di muka surat 22 dan 23 disebut, “Figures relating to division one government officers by racial group as of 1st November 1968:
Maknanya, pada masa itu fakta yang kata orang yang bukan Melayu diketepikan dan Melayu dapat keistimewaan tidak betul pada masa itu. Kalau Tuan Yang di-Pertua tengok sekarang isu yang dikatakan Cina tidak dapat itu, tidak dapat ini, saya hendak baca kenyataan dalam Malaysian Business isu bulan September 2010. Kenyataan oleh seorang tokoh korporat Cina sendiri, Tan Sri Liew Kee Sin daripada syarikat SP Setia Berhad menyatakan bahawa sebenarnya masyarakat Cina di Malaysia mendapat kedudukan yang baik di bawah polisi pro bumiputera.
Dia beri contoh dalam majalah Forbes disebutkan bahawa di bawah dasar pro bumiputera ini, syarikat yang dikuasai oleh kaum Cina account for 37% of market capitalization among the top 300 listed companies compared to bumiputera equity of 7% dengan izin. “Chinese individuals also control 73% of the wealth owned by the top 40 richest Malaysians and make up eight of the top ten richest Malaysian” dengan izin. “He pointed out that Chinese small-to-medium enterprises (SMEs) had done very well too, and that their owners could even afford to buy the multi-million ringgit bungalows built by his company. “One Chinaman want to build a bungalow of RM40 million!” he said.”
Kenyataan Tan Sri Liew Kee Sin dari SP Setia.
Jadi di mana yang kata tidak dapat keistimewaan dan diketepikan?
Kemudian kalau Tuan Yang di-Pertua tengok kenyataan sekarang, ia sama.Pertikai Artikel 153, tohmah kata orang Melayu dapat keistimewaan lebih, selepas itu kata dia diketepikan. Sama, same patent by the same people. Oleh orang yang sama yang masih ada lagi di sini. Malahan Tuan Yang di-Pertua, pada 15 April 1969, Yang Mulia Almarhum Tunku Abdul Rahman yang mereka dewa-dewakan sekarang – dia kata apa? Dia bagi amaran dah masa itu. Tunku memberi amaran – ini dalam Laporan MAGERAN Oktober 1969. Tunku sebut apa? Tunku memberi amaran kepada DAP supaya tidak mempersoalkan Artikel 153 jika DAP – di Kuala Pilah Tunku membuat kenyataan ini.
Dalam muka surat 24 Laporan MAGERAN, Tunku kata jika DAP berterusan mempertikai Artikel 153, kekacauan akan berlaku dan keamanan dan kemakmuran yang kita kecapi akan hancur.
Exactly, sebiji apa yang berlaku sekarang – sama paten.
Tuan Yang di-Pertua…
Saya hendak sebut sahaja apa yang berlaku pada 13 Mei itu untuk menutup. Tuan Yang di-Pertua, cuba Tuan Yang di-Pertua bayang ini kenyataan-kenyataan yang dikeluarkan oleh mereka pada masa itu.
Pada 4 Mei 1969 di Kepong, sekumpulan pemuda Cina menconteng grafiti anti pilihan raya. Polis suruh berhenti dan diserang dengan besi dan lastik besi. Polis pertahan diri dan tembak mati seorang. Mayat di preserved untuk perarakan pada hari undi 10 Mei.
Pada 9 Mei 1969 di Kuala Lumpur, perarakan membawa mayat melalui Kuala Lumpur dan menyebabkan jam, melaungkan slogan ‘Malai Si’ (Melayu Mati) dan slogan ‘Mao Zedong’ termasuk hutang darah dibayar darah.
Pada 10 Mei 1969, Pulau Pinang tumbang, nyaris kalah di Selangor dan Perak. Beberapa kerusi Parlimen tumbang kepada DAP dan GERAKAN.
Perarakan kemenangan dibuat pada 11 Mei 1969 di jalan BrickfieldS pada pukul lima petang. Dia kata apa? “Apa polis boleh buat? Kita Raja,buang semua polis Melayu”.
Pada 11 Mei 1969pukul 8.30 malam di Jalan Bukit Bintang, perarakan DAP – “Mati Melayu, sakai pergi masuk hutan”.
Pada 11 Mei 1969 pukul 10.00 malam di Jalan Changkat Dollah – “KL sekarang Cina punya”. Pada 12 Mei 1969, satu perarakan di Jalan Ipoh, Jalan Tunku Abdul Rahman, Jalan Parlimen, Jalan Raja Laut, Jalan Hill masuk ke Kampung Baru dengan 500 skuter. Apa mereka kata? “Melayu balik kampung, Melayu sudah tiada kuasa. Sekarang kita Cina control.” Bila lalu depan Kampung Baru mereka kata “Melayu keluar! Apa lagi duduk sini, kita hentam sama lu, sekarang kita ada kuasa”.
Pada 12 Mei 1969 pukul 7.30 petang di pondok polis Jalan Pudu – “Maki polis! Semua Melayu kasi habis, kasi halau semua polis.”
Pada 12 Mei 1969 pukul 8.30 malam di Jalan Bukit Bintang – “Apa ini Melayu, kita sudah perintah dia negeri, ini negeri bukan Melayu punya, mata-mata lancau.”
Pada 12 Mei 1969 pukul 7.00 petang di Jalan Canvel – “Butoh Melayu, Malai si, pergi mati Melayu.”
Pada malam 12 Mei 1969 di Jalan Bukit Bintang – “Ini negeri bukan Melayu punya, kita mahu kasi halau semua Melayu.”
Pada awal tengah malam 13 Mei 1969 di Kampung Baru – “Maki orang Melayu, Melayu balik hutan.”
Pada 12 Mei 1999, 9.30 malam, PJ. – “Sekarang kita perintah apa boleh buat? Melayu balik kampung. Melayu sudah jatuh, MARA boleh keluar. Melayu balik kampung, MARA hendak beri habis.” Tuan Yang di-Pertua, ini yang berlaku pada masa itu.
Cadangan saya supaya diperbanyakkan bahan terbitan dan bacaan tentang peristiwa13 Mei ini. Kemudian selalu ulangkan di televisyen. Ketiga, kempen kesedaran di sekolah-sekolah berkenaan sejarah khususnya peristiwa 13 Mei ini. Adakan video klip, gambar-gambar yang disimpan di dalam Arkib Negara semua itu bawa keluar bagi orang tengok.
Kemudian saya cadangkan supaya ditubuhkan satu suruhanjaya siasat dalang-dalang 13 Mei ini. Buat satu kertas putih siasat kepimpinan DAP pada masa itu yang masih ada lagi pada hari ini. Ini kerana mereka ini orang kata parti chauvinist infested party. Dia tidak boleh sudah, orang lain semua berubah, dia sahaja tidak berubah.
Saya paling takut Tuan Yang di-Pertua yang saya hendak dedahkan pada hari ini sebenarnya Tuan Yang di-Pertua kalau Tuan Yang di-Pertua tengok rapatnya kepimpinan DAP dengan kepimpinan PKR ini…sebenarnya yang buat mereka rapat saya rasa kawan-kawan saya di PAS pun tidak tahu ada perjanjian sulit di antara mereka sekiranya Pakatan Rakyat menang Kerajaan Persekutuan kuasa autonomi akan diberi kepada Pulau Pinang. Calon-calon Melayu akan diletakkan di Perak dan di Negeri Sembilan, kalau mereka menang Menteri Besarnya daripada DAP.
Posted by HHalem at 07:50 Thursday, October 28, 2010
Labels:
13 Mei
Friday, December 17, 2010
Tulisan Atas Pasir.
Tulisan ditinggalkan di atas pasir
Ilmu akhirat mahupun dunia
Datang ombak terpadamlah ia.
Walaupun ia mengaji di sekolah atap
Duduk di tunggul, menulis di papan batu, melakar di atas lantai tanah
Tetapi keringat dipahatkan ke hati, di dalam dadanya,
Mendarah mendaging teramal ke seluruh jasad
Tiada satupun tertinggal di papan batu atau di atas pasir
Ilmunya bermaanfaat melindinginya semasa hidup sehingga sesudah hayat
Alam makhluk mewarisi kebaikan
Hatta beribu-ribu tahun setelah peninggalannya.
Ia dikatakan si alim yang berilmu.
Aku memanjat setinggi menara gading
Duduk berhawa dingin, menulis kedalam komputer
Tetapi hasil kerja ku dan ilmu yang ku dapat
Ku tinggalkan dalam laptop ku
Dalam kutub-kutub khanah
Dalam lembaran-lembaran kertas
Tidak mendarah ke daging taramal ke jasad
--- Hai anak -
Walau tersanjung si professor-alimun langit pun
Hakikatnya kau sekedar si alim
Yang masih jahil
Kerana tulisan mu
Kau tinggalkan di atas pasir
Datang ombak, hilanglah ia - kata ayahku.
Hampir saja aku bingkas menjerkah
Hey si tua kutuk apa kau tahu
Kau hanya bersekolah atap.
. . . . .
Hampir saja
Kutinggalkan peluhku dalam buku dan kitab
Hampir hampir
Tidak ku tuliskan dalam qalb dan jasad.
Ayah ... harap jangan kecewa dengan ku ayah
Beribu tahun sudah kau tinggalkan aku.
Doakan aku.
Ilmu akhirat mahupun dunia
Datang ombak terpadamlah ia.
Walaupun ia mengaji di sekolah atap
Duduk di tunggul, menulis di papan batu, melakar di atas lantai tanah
Tetapi keringat dipahatkan ke hati, di dalam dadanya,
Mendarah mendaging teramal ke seluruh jasad
Tiada satupun tertinggal di papan batu atau di atas pasir
Ilmunya bermaanfaat melindinginya semasa hidup sehingga sesudah hayat
Alam makhluk mewarisi kebaikan
Hatta beribu-ribu tahun setelah peninggalannya.
Ia dikatakan si alim yang berilmu.
Aku memanjat setinggi menara gading
Duduk berhawa dingin, menulis kedalam komputer
Tetapi hasil kerja ku dan ilmu yang ku dapat
Ku tinggalkan dalam laptop ku
Dalam kutub-kutub khanah
Dalam lembaran-lembaran kertas
Tidak mendarah ke daging taramal ke jasad
--- Hai anak -
Walau tersanjung si professor-alimun langit pun
Hakikatnya kau sekedar si alim
Yang masih jahil
Kerana tulisan mu
Kau tinggalkan di atas pasir
Datang ombak, hilanglah ia - kata ayahku.
Hampir saja aku bingkas menjerkah
Hey si tua kutuk apa kau tahu
Kau hanya bersekolah atap.
. . . . .
Hampir saja
Kutinggalkan peluhku dalam buku dan kitab
Hampir hampir
Tidak ku tuliskan dalam qalb dan jasad.
Ayah ... harap jangan kecewa dengan ku ayah
Beribu tahun sudah kau tinggalkan aku.
Doakan aku.
Saturday, December 11, 2010
Yang Diterima Dan Yang Ditolak.
BismillahirRahmaanirRahiim.
Apa itu kekhalifahan?
Kekhalifahan ialah negara dan kerajaan dalam Islam.
Apa pula Islam?
Islam ialah (submission) tunduk kepada Allah.
Bagaimana tunduk kepada Allah?
Iaitu tunduk kepada Allah sebagai Al Malik.
Al Malik - bermaksud Yang Sovereign.
Iaitu "La hul mulk" bermaksud sovereignty hak mutlak bagiNya.
Iaitu tunduk submit kepada Allah dalam Islam ialah tunduk submit kepada Allah yang Sovereign, yang mempunyai Sovereignty.
Tunduk submit kepada selain Dia sebagai yang sovreign, mengisytiharkan ada selain Dia yang mempunyai sovreignty, samalah dengan melambai "selamat tinggal" kepada Allah.
Allah mendirikan ketuanan Cina di Tanah Cina.
Allah mendirikan ketuanan Melayu di Tanah Melayu.
Ini ketetapan adil lagi mutlak dariNya.
Anak Melayu wajib menolak dari terjerumus kedalam tafsiran "ketuanan melayu" yang disogokkan oleh beberapa orang pencacai, petualang dan penderhaka bangsa dan agama yang sedang bersultan di mata dan beraja di hati.
Orang Cina bernama Kuan Yew, Kit Siang, Soi Lek telah, sedang dan akan beterusan berusaha mendirikan ketuanan Cina dari Tanah Cina, dan mengurangkan ketuanan Melayu di Tanah Melayu.
Anak Melayu derhaka seperti Anwar Ibrahin dan Nik Aziz membukakan pintu kota untuk mereka. Mereka Ketol dan Mendaliar zaman modern.
Tunduk submit kepada Allah dalam Islam ialah tunduk submit kepada Allah Al Akbar.
Al Akbar ialah Dia yang memeliki supreme authority. Lima orang pencacai diatas amat iri hati kepada authority ini.
Lalu mereka menegakkan sejenis authority asing, semata-mata pada permulaannya, hendak menimbulkan kacau bilau dan huru hara.
Anak Melayu enggan tunduk atau submit kepada selain Dia sebagai yang sovreign. Anak Melayu hanya tunduk dan submit kepada Dia yang mempunyai sovreignty.
Anak Melayu, sebagaimana dalam sembahyangnya, mengiringi setiap geraknya dengan Allahu Akbar, begitu pula akan mengiringi setiap geraknya memerangi pergerakan lima pencacai itu dengan Allahu Akbar.
Apabila hanya terima authority Allahu Akbar ini hadhir dalam darah daging pejuang bangsa dan agama, apabila ditolak authority pangkat dan ringgit, insyaallah Dia akan kurniakan kemenangan.
Apa itu kekhalifahan?
Kekhalifahan ialah negara dan kerajaan dalam Islam.
Apa pula Islam?
Islam ialah (submission) tunduk kepada Allah.
Bagaimana tunduk kepada Allah?
Iaitu tunduk kepada Allah sebagai Al Malik.
Al Malik - bermaksud Yang Sovereign.
Iaitu "La hul mulk" bermaksud sovereignty hak mutlak bagiNya.
Iaitu tunduk submit kepada Allah dalam Islam ialah tunduk submit kepada Allah yang Sovereign, yang mempunyai Sovereignty.
Tunduk submit kepada selain Dia sebagai yang sovreign, mengisytiharkan ada selain Dia yang mempunyai sovreignty, samalah dengan melambai "selamat tinggal" kepada Allah.
Allah mendirikan ketuanan Cina di Tanah Cina.
Allah mendirikan ketuanan Melayu di Tanah Melayu.
Ini ketetapan adil lagi mutlak dariNya.
Anak Melayu wajib menolak dari terjerumus kedalam tafsiran "ketuanan melayu" yang disogokkan oleh beberapa orang pencacai, petualang dan penderhaka bangsa dan agama yang sedang bersultan di mata dan beraja di hati.
Orang Cina bernama Kuan Yew, Kit Siang, Soi Lek telah, sedang dan akan beterusan berusaha mendirikan ketuanan Cina dari Tanah Cina, dan mengurangkan ketuanan Melayu di Tanah Melayu.
Anak Melayu derhaka seperti Anwar Ibrahin dan Nik Aziz membukakan pintu kota untuk mereka. Mereka Ketol dan Mendaliar zaman modern.
Tunduk submit kepada Allah dalam Islam ialah tunduk submit kepada Allah Al Akbar.
Al Akbar ialah Dia yang memeliki supreme authority. Lima orang pencacai diatas amat iri hati kepada authority ini.
Lalu mereka menegakkan sejenis authority asing, semata-mata pada permulaannya, hendak menimbulkan kacau bilau dan huru hara.
Anak Melayu enggan tunduk atau submit kepada selain Dia sebagai yang sovreign. Anak Melayu hanya tunduk dan submit kepada Dia yang mempunyai sovreignty.
Anak Melayu, sebagaimana dalam sembahyangnya, mengiringi setiap geraknya dengan Allahu Akbar, begitu pula akan mengiringi setiap geraknya memerangi pergerakan lima pencacai itu dengan Allahu Akbar.
Apabila hanya terima authority Allahu Akbar ini hadhir dalam darah daging pejuang bangsa dan agama, apabila ditolak authority pangkat dan ringgit, insyaallah Dia akan kurniakan kemenangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)